Menteri PANRB Dukung Pengembangan Talenta Unggul BRIN
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas mendukung upaya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan talenta unggul.
Hal itu disampaikan saat Azwar Anas bertemu dengan Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko. Azwar Anas menilai, pemerintah harus membuka peluang bagi para diaspora untuk dapat mengabdi bagi Indonesia sebagai dosen maupun peneliti.
“Ada beberapa hal dalam rangka penguatan BRIN yang diusulkan, termasuk pengusulan JF Utama diaspora para peneliti-peneliti, profesor-profesor di luar negeri yang selama ini tidak mendapat pintu untuk mengabdi di Indonesia, ini sedang coba kita kaji dengan usulan dari BRIN,” kata Azwar Anas dalam keterangannya, Jumat (22/3/2024).
Baca Juga
Azwar Anas menyebut, BRIN merupakan bagian dari mesin birokrasi yang berperan penting dalam melakukan riset yang mendalam untuk memberikan data dan analisis yang diperlukan guna mendukung proses reformasi birokrasi, termasuk identifikasi tantangan, formulasi kebijakan, dan pengembangan strategi implementasi yang efektif.
Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyampaikan bahwa pihaknya berterima kasih atas dukungan dan komitmen Kementerian PANRB dalam proses pengembangan SDM dilingkup BRIN serta perguruan tinggi.
“Kami rasa perlu memfasilitasi talenta-talenta unggul yang sudah terbukti mencapai jenjang akademisi tertinggi di luar negeri untuk bisa kembali ke Tanah Air dan mengabdikan dirinya di Indonesia ke depannya,” ujar Laksana Tri Handoko.
Baca Juga
Bedah RPP Manajemen ASN, Kementerian PANRB Bahas Jabatan Non-Manajerial
Pemerintah sendiri saat ini sedang fokus dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) dengan menempatkan putra putri terbaik bangsa di pemerintahan melalui pengadaan ASN.
Hal tersebut untuk memenuhi jenis jabatan, di antaranya JF dan JP, dan pada jabatan yang khusus membutuhkan keahlian tertentu seperti dokter spesialis, programmer, serta peneliti.
Mekanisme rekrutmen yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dimaksud di antaranya melalui kerja sama dengan Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia atau dunia, organisasi diaspora, sekolah kedinasan, ataupun dengan melakukan uji portofolio/wawancara dan Computer Assisted Test (CAT).

