76% Masyarakat Puas terhadap Pemilu 2024
JAKARTA, investortrust.id – Sekitar 76% masyarakat merasa puas terhadap hasil penyelenggaraan Pemilu 2024. Namun, tingkat kepuasan mereka turun 6% dibanding hasil survei pasca-Pemilu 2024 atau pada 17-19 Februari 2024 yang mencapai 82%.
Hal itu terungkap dalam hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia bertajuk ‘Persepsi Publik atas Penegakan Hukum, Sengeketa di MK dan Isu-isu Terkini Pasca-Pilpres’ yang dirilis, Minggu (21/4/2024) hari ini.
Baca Juga
Hasil Pemilu 2024: PDIP Kehilangan 19 Kursi DPR, Golkar Tambah 15 Kursi
“Survei kami lakukan pada awal April 2024. Tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan pemilu mencapai 75,7%, ini gabungan yang menyatakan sangat puas dan cukup puas. Jadi, ada 76% kalau saya bulatkan," ujar Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam pemaparan rilis temuan survei nasional yang digelar secara virtual.
Menurut Burhanuddin, masyarakat yang tidak puas terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024 mencapai 23,7%. Dibandingkan survei pasca-Pemilu 2024 atau pada 17-19 Februari 2024, tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024 menunjukkan penurunan.
"Saat itu ada 82% yang merasa sangat puas atau cukup puas terhadap penyelenggaraan pemilu, sekarang 76%, jadi turun kurang lebih sekitar 6%," tutur dia.
Penurunan ini, kata Burhanuddin, terjadi karena pihak yang pilihannya kalah cenderung tidak puas terhadap Pemilu 2024. Pola semacam ini banyak ditemukan sejak masa pemilu pascareformasi.
"Waktu exit poll atau post election survey, kebanyakan mereka puas, karena umumnya waktu exit poll itu responden belum tahu kalau capres yang dia dukung kalah. Mereka masih PD (percaya diri), masih puas. Tapi setelah beberapa minggu, beberapa bulan, baru tahu capresnya kalah. Awalnya puas, kemudian jadi tidak puas," papar dia.
Burhanuddin mengungkapkan, penurunan tingkat kepuasan penyelenggaraan pemilu sebesar 6% dari 82% menjadi 76% terbilang kecil.
"Pada Pemilu 2019 penurunannya nggak main-main, awalnya 90% puas waktu exit poll. Tapi dua bulan kemudian yang puas tinggal 60%. Turunnya 30% saat Pak Prabowo berkompetisi melawan Pak Jokowi,” tandas dia.
Baca Juga
Jelang Putusan Sengketa Pilpres 2024, Kepercayaan Publik ke MK Mulai Pulih
Dia menambahkan, survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada 4-5 April 2024. Responden survei mencapai 1.201 orang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon.
Penarikan sampel dilakukan dengan metode random digit dialing (RDD) dan wawancara dilakukan melalui telepon. Margin of error survei diperkirakan sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%, dengan asumsi random sampling.
