Tim BBSPGL Mitigasi Risiko Bencana Geologi Kelautan di Perairan Selat Sunda
JAKARTA, Investortrust.id - Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (BBSPGL) melakukan mitigasi risiko bencana geologi kelautan di perairan Selat Sunda. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi potensi bencana di sekitar Anak Gunung Krakatau.
Kegiatan survei ini sendiri dilatarbelakangi ancaman yang dihadapi wilayah pesisir Sumatra Selatan dan Provinsi Jawa Barat, terutama dari keberadaan Gunung Api Krakatau dan Anak Krakatau serta potensi tsunami yang dapat dipicu oleh proses tektonik atau gempa bumi di Selat Sunda.
"Semoga dukungan dan jerih payah Bapak dan Ibu sekalian serta kita semua dapat membantu mewujudkan peningkatan memitigasi resiko terjadinya kebencanaan geologi kelautan di sekitar anak gunung Krakatau," kata Plt Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, dalam acara Open Ship Geomarine III, Rabu (7/2/2024).
Baca Juga
Kegiatan Open Ship tersebut diselenggarakan dengan tujuan memberikan dan berbagi informasi mengenai hasil survei geologi kelautan yang telah dilaksanakan di beberapa daerah perairan Selat Sunda.
"Acara ini juga bertujuan untuk membagikan pengalaman dari lembaga pusat maupun daerah dalam menangani survei kebencanaan geologi kelautan serta dukungan kebijakan untuk menambah informasi potensi yang terkait dengan kebencanaan geologi kelautan di sekitar Anak Gunung Krakatau, perairan Selat Sunda," ujarnya.
Survei di perairan Selat Sunda ini survei telah berlangsung sejak 29 Januari hingga 5 Februari 2024 dengan menggunakan Kapal Geomarine III yang dilengkapi dengan peralatan survei navigasi, geofisika, oseanografi, geologi, dan hidro-oseanografi.
Adapun lintasan survei ditempuh sepanjang 420,817 meter dan melibatkan 51 personel yang terdiri atas peneliti, teknisi, anak buah kapal, dan pendukung lainnya.
"Informasi dan data survei yang sudah dikumpulkan dapat dikompilasi secara keseluruhan sehingga early warning system yang ada di BMKG maupun di Kementerian ESDM dapat bersinergi untuk menjalankan semua misi pemerintah kepada masyarakat," jelas Wahid.

