Dedi Mulyadi: Tanah Sunda Diciptakan saat Tuhan Tersenyum, tetapi..
JAKARTA, investortrust.id - Calon gubernur (cagub) Jawa Barat (Jabar) nomor urut 4, Dedi Mulyadi mengatakan, tanah Sunda atau tanah Jawa Barat diciptakan Tuhan saat sedang tersenyum . Hal ini mengungat Jawa Barat memiliki tanah yang subur dan makmur.
Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi saat memaparkan visi dan misi dalam debat perdana Pilgub Jabar, Senin (11/11/2024).
Baca Juga
Punya Ilham Habibie, Ahmad Syaikhu Pede Integrasi Sistem di Jawa Barat Bakal Lancar dan Terjamin
"Tanah Sunda, tanah Jawa Barat adalah tanah yang diciptakan saat Tuhan tersenyum. Tanah ini memiliki karakter subur, makmur, gemah, ripah, repeh, rapih," kata Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi,
Namun, Dedi mengatakan, dengan kekayaan alam yang melimpah, Jawa Barat tidak akan mencapai kemajuan jika tidak dikelola dengan istimewa. Untuk itu, Dedi menyatakan dirinya bersama cawagub Erwan Setiawan memiliki visi pembangunan Jawa Barat istimewa.
"Visi pembangunan Jawa Barat istimewa adalah meletakkan kerangka dasar bahwa tanah Jawa Barat adalah tanah yang harus dimuliakan oleh pemimpin dan rakyatnya," katanya.
Dedi memaparkan, terdapat empat kerangka dasar yang akan dilakukan dirinya bersama Erwan jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan mengintegrasikan pendidikan dari mulai TK sampai perguruan tinggi. Kedua, meningkatkan kerangka ekonomi yang memiliki nilai investasi dan keadilan dengan mendorong sektor ekonomi kerakyatan dan membangun ekosistem ekonomi pedesaan dan perkotaan.
Baca Juga
Ilham Habibie Pakai Arloji Milik BJ Habibie di Debat Pilgub Jabar, Ini Maknanya
Ketiga, membangun postur birokrasi yang kuat yang berfungsi melayani dan produktif. Keempat, meningkatkan infrastruktur yang terintegrasi dari mulai desa sampai kota sehingga terhindar dari disparitas pembangunan antara utara dan selatan, desa dan kota.
"Yang pada akhirnya pembangunan ini bisa mewujudkan masyarakat yang gemah ripah, repeh, rapih," katanya.

