Jelang Kampanye, Pedagang Atribut Pemilu malah Harap-Harap Cemas, Ada Apa?
JAKARTA investortrust.id - Kampanye pemilu presiden (pilpres) dan pemilu legislatif (pileg) 2024 bakal digelar mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Namun, para pedagang atribut parpol dan pemilu di Pasar Senen Jaya Blok I dan II, Jakarta Pusat malah harap-harap cemas.
Rupanya, para pedagang atribut pemilu harap-harap cemas karena order turun signifikan meski kampanye tak lama lagi digelar. Padahal, pada musim-musim pemilu sebelumnya, order sudah mengalir jauh-jauh hari sebelum kampanye dilaksanakan.
Para pedagang di Pasar Senen Jaya yang menjual atribut parpol dan pemilu mengeluhkan penurunan jumlah pembeli menjelang masa kampanye pemilu kali ini. “Turun drastis banget, Mbak kalau dibandingin pemilu sebelumnya. Kayaknya lebih dari 50% deh turunnya (pendapatan) sekarang,” ucap Ade, pedagang Pasar Senen Jaya, saat ditemui investotrust.id di gerainya, Kamis (19/10/2023).
Baca Juga
Dana Kampanye Caleg Mengucur, Kemenkeu Optimitistis Ekonomi Terdampak
Atribut atau alat kampanye yang biasa digunakan para calon pemimpin daerah dan pemimpin negara di antaranya kaos, kemeja, kalender, rompi, spanduk, kartu nama, hingga gantungan kunci. Atribut-atribut itulah yang dijual di Pasar Senen Jaya Blok I dan II, Jakarta Pusat.
Ade memaparkan, pada masa pemilu lalu, tokonya bisa mendapatkan order Rp 100 juta hingga Rp 150 juta sebulan sebelum kampanye. Kini nilai order yang diterimanya tak sampai Rp 50 juta. “Mungkin karena sampai sekarang belum ketahuan nomor-nomor para calonnya. Mudah-mudahan kalua sudah diumumin nanti ordernya naik, mudah-mudahan sih,” kata dia.
Baca Juga
BI Sebut Pemilu dan Kenaikan Gaji ASN Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI 2024
Wendi, pedagang lainnya, mengeluhkan hal serupa. Menurut dia, penjualan atau order alat peraga kampanye menjelang musim kampanye Pemilu 2024 masih minim, tidak seperti pemilu-pemilu sebelumnya. “Masih sedikit, ya dua bulan ini baru sekitar 10.000 buah lah. Itu pun gabungan kaos dengan kalender,” tambah Wendi.
Wendi mengungkapkan, pembeli di tokonya kebanyakan dari luar Jakarta, seperti Ternate, Maluku serta dari sejumlah daerah di Sulawesi. “Pembeli sepi. Dalam dua bulan terakhir, saya baru terima pesanan 10.000 buah, terdiri atas kaos, kalender, hingga gantungan kunci. Masih sepi banget, pemilu kali ini beda banget deh sama tahun lalu,” ujar dia.(CR-9)

