Jokowi Resmikan 9 Jembatan di Jawa Tengah, Total Investasi Rp 1,31 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Joko Widodo telah meresmikan sembilan Jembatan Callender Hamilton (CH) di Jawa Tengah pada awal Januari 2024 ini. Adapun total biaya konstruksi kesembilan jembatan tersebut mencapai Rp 543,7 miliar dengan total investasi Rp 1,31 triliun.
Pada Selasa (2/1/2024) Jokowi meresmikan tiga jembatan di Lintas Selatan. Ketiga jembatan tersebut adalah Jembatan Tajum Margasana sepanjang 150 meter, Jembatan Tajum Karangbawang (140 meter), dan Jembatan Jurug B (160 meter).
Sementara sore ini, Rabu (3/1/2024) Jokowi meresmikan enam jembatan di Lintas Utara. Keenam jembatan itu adalah Jembatan Pemali Brebes B sepanjang 110 meter, Jembatan Pedes B (60 meter), Jembatan Kalibanger A (30 meter), Jembatan Wonokerto IIA (60 meter), Jembatan Juana IA (100 meter), dan Jembatan Pang I (50 meter).
Baca Juga
PUPR Tuntaskan Penggantian 16 Jembatan Callender Hamilton Rp728,3 Miliar
“Setelah kemarin di Lintas Selatan kita resmikan tiga jembatan sebagai pengganti tiga jembatan Callender Hamilton, pada hari ini juga di Lintas Utara akan kita resmikan enam jembatan sebagai pengganti jembatan yang sudah lebih dari 40 tahun usia layanannya,” kata Jokowi, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (3/1/2024).
Jokowi menerangkan, kesembilan jembatan tersebut memang sudah tidak layak digunakan sehingga mesti diganti atau diduplikasi. Menurutnya, ini karena beban berat yang setiap hari melintas di jembatan-jembatan tersebut.
“Perlu pengganti yang baru sehingga bebannya menjadi lebih baik dan mobilitas orang, barang, dan logistik itu bisa berjalan dengan cepat di atasnya,” sebut Jokowi.
Sementara itu, Menteri Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, selesainya penggantian atau duplikasi jembatan CH ini juga dapat meningkatkan layanan transportasi jalan, khususnya dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan jalan nasional lintas Jawa Tengah-Jawa Barat.
"Konektivitas antar kawasan perlu terus dijaga bahkan ditingkatkan, salah satunya dengan penggantian jembatan yang sudah berumur tua agar aliran barang, jasa, dan manusia bisa lebih lancar dan efisien. Dengan konektivitas yang baik, diharapkan pertumbuhan ekonomi kawasan juga meningkat," kata Basuki.

