Rupiah Menguat ke Rp17.131 di Tengah Ketegangan AS-Iran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Selasa (21/4/2026) pukul 09.05 WIB, rupiah menguat 0,22% terhadap dolar AS di posisi Rp 17.131 per dolar AS.
Rupiah bersama mata uang negara mitra dagang seperti yen China, peso Filipina, dan ringgit Malaysia menguat terhadap dolar AS. Yen menguat 0,01%, ringgit menguat 0,06%, dan peso menguat 0,02%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menyebut ketegangan yang kembali meningkat antara AS dan Iran menimbulkan keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata dua pekan, yang akan segera berakhir.
Eskalasi terbaru dipicu oleh aksi militer AS yang menyita kapal kargo berbendera Iran di dekat Selat Hormuz, yang oleh Teheran dianggap sebagai pelanggaran langsung terhadap perjanjian gencatan senjata.
Baca Juga
Rupiah Menguat pada Perdagangan Senin, Ada di Posisi Rp 17.170 per US$
Pasar energi tetap volatil, dengan harga minyak Brent naik ke US$ 95 per barel dan kontrak berjangka bensin AS di US$ 3,10 per barel, didorong oleh meningkatnya ketegangan AS–Iran yang memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi di Selat Hormuz.
Indeks DXY bergerak di sekitar 98, seiring pasar terus memperhitungkan meredanya risiko inflasi jangka pendek serta meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.
Menurut Andry, pada Selasa ini rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 17.143 hingga Rp 17.231 per US$.

