Harga Emas Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas menguat ke zona US$ 2.693 per troy ons Kamis, (16/1/2025) setelah ketegangan geopolitik berlanjut di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini mendorong sentimen pasar.
Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memaparkan dalam riset yang diterbitkan Kamis (15/1/2025), Israel meningkatkan serangan di Gaza hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera, menurut penduduk dan pihak berwenang di wilayah Palestina tersebut.
“Sementara itu, para mediator berupaya menghentikan pertempuran sebelum gencatan senjata mulai berlaku pada hari Minggu. Kesepakatan gencatan senjata yang kompleks antara Israel dan kelompok militan Hamas, yang menguasai Gaza, dicapai pada hari Rabu setelah mediasi selama berbulan-bulan oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Kesepakatan ini muncul setelah 15 bulan konflik yang menghancurkan wilayah pesisir tersebut dan memperburuk ketegangan di Timur Tengah. Perjanjian tersebut mencakup gencatan senjata awal selama enam minggu, disertai penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza, di mana puluhan ribu orang telah tewas.
“Sebagai bagian dari kesepakatan, Hamas akan membebaskan para sandera sebagai imbalan atas pembebasan tahanan Palestina oleh Israel,” jelasnya.
Baca Juga
Harga Emas Antam Naik Imbas Inflasi AS yang Sedikit Lebih Lemah dari Perkiraan
Selain itu, di sisi data ekonomi AS, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa IHK umum naik 0,4% di bulan Desember dan tingkat tahunan meningkat menjadi 2,9% dari 2,7% yang tercatat di bulan sebelumnya. Sementara itu, ukuran inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang volatil, naik 3,2% secara tahunan dibandingkan dengan kenaikan 3,3% di bulan November dan estimasi konsensus.
Hal ini memperkuat ekspektasi pasar pada kemungkinan penurunan suku bunga 40 basis poin pada akhir tahun. Namun, komentar dari pejabat The Fed menunjukkan sikap yang tetap restriktif terhadap suku bunga, yang menjaga permintaan Dolar AS.
“Para pelaku pasar kini menantikan data ekonomi AS, termasuk penjualan ritel dan klaim pengangguran, untuk mendapatkan dorongan lebih lanjut,” paparnya.
ICDX memperkirakan harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.650 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.714. Support terjauhnya berada di area US$ 2.645 - US$ 2.580, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.735 - US$ 2.765.

