17.000 Orang Mengungsi Akibat Banjir dan Longsor di Jawa Tengah
SEMARANG, investortrust.id - Sebanyak 17.00 orang mengungsi akibat bencana banjir dan longsor yang menerjang 11 daerah di Jawa Tengah (Jateng). Hal itu dikatakan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (18/3/2024).
"Sebanyak 17.000 orang di 11 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengungsi akibat banjir dan tanah longsor," kata Ahmad Luthfi dikutip dari Antara.
Namun, Ahmad Luthfi tak memerinci 11 daerah di Jateng yang terdampak bencana banjir dan longsor tersebut. Ahmad Luthfi meminta seluruh personel Polda Jateng terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama yang wilayahnya terdampak bencana.
"Sesuai dengan perintah Kapolri, pelayanan terutama evakuasi, distribusi logistik, dan kesehatan," katanya.
Baca Juga
Peneliti BRIN Wanti-Wanti Bibit Siklon Penyebab Banjir Jakarta 2002 Dekati Jabodetabek
Kapolda juga memberikan apresiasi kepada personel yang telah berprestasi dan berdedikasi dalam melaksanakan tugas.
Upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, kata dia, merupakan bagian dari representasi kehadiran Polri di tengah masyarakat
Upaya menjaga situasi yang kondusif pada bulan puasa ini melalui Operasi Pekat Candi dan Operasi Keselamatan Candi 2024.
"Operasi-operasi ini akan bermuara pada Operasi Ketupat Candi 2024," katanya.
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan Polri mengerahkan pompa air untuk membantu menangani banjir yang terjadi di wilayah Jawa Tengah.
“Terkait kondisi Jawa Tengah yang kerap terjadi genangan air pada musim hujan saat ini, Polri menyediakan pompa air,” kata Trunoyudo di Jakarta.
Trunoyudo menyebut pompa air yang disiapkan Polri memiliki kapasitas yang besar sehingga dapat menguras air yang menggenangi ruas jalan tol. Upaya ini dilakukan mengingat Jawa Tengah menjadi tujuan paling utama pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2024.
“Pompa air dengan kapasitas besar sehingga bisa menguras air yang berada di jalan tol,” katanya.
Baca Juga
PUPR Distribusikan Air Bersih ke Lokasi Terdampak Banjir Sumatera Barat
Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menambahkan, Korlantas Polri menyiapkan formula untuk mengantisipasi cuaca ekstrim yang akan mengganggu laju kendaraan di jalur penyeberangan antarpulau. Demikian juga dengan jalur mudik dan balik di Jawa Tengah dengan enam kabupaten saat ini terendam banjir. Polri juga berupaya mencarikan jalur alternatif untuk memperlancar aktivitas masyarakat.
“Nanti akan dicarikan jalur alternatif dan kami mengawal mencari jalur-jalur alternatif, sehingga masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa,” kata Trunoyudo.
Sejumlah wilayah di Jawa Tengah yang masih terendam banjir, di antaranya, Pekalongan, Grobogan, Jepara, dan Demak. Banjir disebabkan jebolnya tanggul daerah aliran sungai (DAS) Wulan yang melintasi daerah tersebut. Banjir di wilayah Demak menjadi perhatian serius pemerintah karena melumpuhkan jalur pantai utara (Pantura) Jateng yang merupakan jalur mudik.

