BPBD Catat 1.990 Warga Masih Mengungsi Akibat Banjir Jakarta
JAKARTA, investortrust.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat sebanyak 1.990 warga masih mengungsi akibat banjor yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta. Ribuan pengungsi itu tersebar di empat titik di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Sebanyak 75 keluarga atau sekitar 300 warga di Kelurahan Pegadungan, Kalideres Jakarta Barat mengungsi di Masjid Sawatul Ummah dan sebanyak 310 keluarga atau 690 warga Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat mengungsi di Mushala Al Madin. Kemudian, terdapat 250 keluarga atau 500 warga Cengkareng Timur, Jakarta Barat mengungsi ke Rusunawa BCI, dan 160 keluarga atau sekitar 500 warga Rorotan Jakarta Utara mengungsi ke Depo BCC.
"Kelurahan Rorotan, jumlah 160 KK, 500 jiwa, lokasi Depo BCC," Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdati) BPBD Jakarta, Mohamad Yohan dalam keterangannya, Kamis (30/1/2025).
Baca Juga
Wamen PU Upayakan Tol Bandara Soekarno-Hatta yang Kebanjiran Tetap Berfungsi Baik
Yohan mengatakan, BPBD telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir Jakarta. Bantuan berupa air mineral, makanan siap saji, family kit, selimut, paket sandang, sarung, terpal, dan kids ware itu telah disalurkan kepada warga terdampak di Kelurahan Semper Barat dan Sukapura Jakarta Utara, Cengkareng Timur dan Duri Kosambi di Jakarta Barat, serta Kelurahan Cakung Barat, Jakarta Timur.
"BPBD memberikan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak Banjir yang mengungsi," katanya.
Saat ini, BPBD Jakarta mencatat masih terdapat 34 RT dan tiga ruas jalan yang tergenang banjir. Genangan itu terjadi akibat hujan yang mengguyur Jakarta sejak Selasa (28/1/2025) malam hingga Rabu (29/1/2025).
"BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 34 RT dan tiga ruas jalan," katanya.
Sebanyak 34 RT yang masih terendam banjir terdiri dari 30 RT di Jakarta Barat dan empat RT di Jakarta Utara. Banjir di Jakarta Barat yang melanda 20 RT di Cengkareng Timur, lima RT di Tegal Alur dan tiga RT di Pegadungan serta masing-masing satu RT di Cengkareng Barat dan Rawa Buaya disebabkan curah hujan yang tinggi dan luapan Kali Apuran. Sementara itu, banjir yang melanda satu RT di Kelurahan Rorotan, dan tiga RT di Semper Barat Jakarta Utara juga disebabkan curah hujan yang tinggi.
Untuk ruas jalan yang masih tergenang terdiri dari Jalan Kelapa Hybrida Raya, Kelurahan Pegangsaan Dua, Jakarta Utara dengan ketinggian air sekitar 20 cm, Jalan Pegangsaan Dua sekitar Green Hill dengan ketinggian 10 cm, dan Jalan Cakung Cilincing, Sukapura dengan ketinggian air sekitar 20 cm.
"Genangan yang sudah surut terdiri dari tiga RT di Kelurahan Rawa Buaya, 11 RT di Kelurahan Sukapura, dan tujuh RT di Kelurahan Duri Kosambi. Jalan tergenang yang sudah surut di Jalan Muara Baru atau depan Pluit Selatan View), Kelurahan Penjaringan, dan Jalan Satria Raya Kelurahan Jelambar," katanya.
Yohan menyatakan BPBD Jakarta bersama para pihak terkait lainnya telah menerjunkan personel untuk terus memonitor kawasan yang tergenang banjir. BPBD bersama jajaran terkait memastikan untuk melakukan penyedotan terhadap genangan air.
"Dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," jelas Yohan.
Baca Juga
BPBD juga mengingatkan warga Jakarta untuk tetap waspada dan hati-hati terhadap potensi genangan.
"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam nonstop," katanya.

