KPU Ungkap Penyebab Diagram Perolehan Suara Pilpres 2024 Hilang di Sirekap
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengungkapkan penyebab diagram hingga bagan perolehan suara Pileg dan Pilpres 2024 dalam real count sistem rekapitulasi suara (Sirekap) mendadak hilang.
Berdasarkan pantauan sejak Selasa (5/3/2024) malam sekitar pukul 20.50 WIB, diagram perolehan suara Pilpres 2024 yang biasanya ditampilkan pada Sirekap di laman pemilu2024.kpu.go.id mendadak menghilang. Begitupun dengan diagram dan perolehan suara pemilu legislatif DPR, DPRD, dan DPD.
Baca Juga
Suara PSI Melonjak di Real Count KPU Jadi 3,13%, Grace Natalie: Wajar
Biasanya, dalam Sirekap terlihat diagram berbentuk bulat atau batang yang menunjukkan perolehan suara dari masing-masing peserta Pileg dan Pilpres 2024. Pada bagian bawah juga tercantum keterangan jumlah TPS yang sudah memasukkan data perolehan suara dalam Sirekap.
Sementara saat ini, diagram perolehan suara peserta pemilu maupun keterangan jumlah TPS yang memasukkan data Formulir Model C1-Plano tak muncul dalam Sirekap. Masyarakat hanya dapat melihat Formulir Model C1-Plano di TPS yang ada di daerah pemilihan dan itu terjadi baik pada pilpres, pileg DPR, DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten/kota, maupun DPD.
Menanggapi hal ini, anggota KPU Idham Holik menjelaskan, KPU hanya menampilkan bukti autentik untuk hasil perolehan suara, yaitu Formulir Model C1-Plano atau catatan hasil penghitungan suara pemilu 2024.
"Kini kebijakan KPU hanya menampilkan bukti autentik perolehan suara peserta pemilu," kata Idham dikutip dari Antara, Rabu (6/3/2024).
Idham mengatakan, fungsi utama Sirekap adalah menampilkan publikasi foto Formulir Model C1-Plano untuk memberikan informasi yang akurat. Masyarakat juga dapat mengakses informasi itu pada laman https://pemilu2024.kpu.go.id.
Formulir Model C1-Plano di setiap TPS adalah formulir yang dibacakan oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK) dalam merekapitulasi perolehan suara peserta pemilu. Kemudian, dituliskan dalam Lampiran Formulir Model D. Hasil.
Baca Juga
KPU Koreksi Data Anomali dalam Sirekap Pilpres 2024 dari 154.541 TPS
Model C1-Plano itu nantinya dimasukkan ke Sirekap untuk kemudian dipindai datanya. Namun, Sirekap tak satu atau dua kali mengalami kesalahan membaca Model C1-Plano. Akibatnya, perolehan suara hasil pindai dan di Model C1-Plano menjadi berbeda.
Idham menilai data yang kurang akurat itu justru memunculkan prasangka bagi publik. Untuk itu, KPU mengubah format dalam menampilkan hasil rekapitulasi.
"Ketika hasil pembacaan teknologi Sirekap, tidak atau kurang akurat dan belum sempat diakurasi oleh uploader, kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), dan operator Sirekap KPU kabupaten/kota akan jadi polemik dalam ruang publik yang memunculkan prasangka," katanya.

