AAJI Perkirakan Kenaikan Inflasi Medis Masih Double Digit Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Klaim kesehatan di industri asuransi jiwa terus naik, seiring dengan inflasi medis yang juga terus meningkat. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon memperkirakan kenaikan inflasi medis di tahun ini masih double digit.
“Tahun ini kalau kami harus mengestimasi secara konservatif mungkin inflasi medisnya masih double digit,” ujarnya, dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Rabu (28/2/2024).
Menurutnya, kenaikan inflasi medis tidak hanya berlangsung di Indonesia saja tetapi juga di seluruh dunia. Bahkan kenaikannya juga cenderung berada di atas kenaikan inflasi ekonomi di setiap negara.
Baca Juga
Di sisi yang bersamaan, kesadaran masyarakat akan kesehatan dirinya juga semakin meningkat. Untuk mengantisipasi berbagai risiko, masyarakat juga semakin aware dengan pertanggungan kesehatan, salah satunya melalui proteksi asuransi.
Jika inflasi medis meningkat, maka perencanaan dan proteksi kesehatan semakin diperlukan masyarakat. “Dengan kata lain kami melihat proteksi kesehatan ini semakin dicari, terlebih oleh mereka yang semakin muda karena sadar bahwa kesehatan penting,” kata Budi.
Berdasarhasil Survei Medical Trend Summary Mercer Marsh Benefits (MMB) bertema Health Trends 2023, medical trend rate atau biaya kesehatan di Indonesia terus naik, misalnya di 2021 sebesar 7,7%, kemudian pada 2022 yaitu 12,3% dan diproyeksikan meningkat hingga 13,6% di 2023.
Baca Juga
AAJI Dorong Industri Asuransi Jiwa Terapkan Prinsip Keberlanjutan
Prediksi ini juga lebih tinggi ketimbang biaya kesehatan di Asia yang secara rata-rata meningkat 11,5% di 2023. Dan tentunya angka ini juga melebihi inflasi keuangan di Indonesia pada 2022 sebesar 5,5%.

