Masih Resilien, Kredit Perbankan Diyakini Bisa Tumbuh Double Digit di Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Chief Economist PermataBank & Head of PIER (Permata Institute for Economic Research), Josua Pardede optimistis, industri perbankan mampu mencatatkan pertumbuhan kredit double digit di tahun ini.
”Kami juga melihat ada kondisi resiliensi dari sisi penyaluran kredit, sejalan dengan kondisi likuiditas perbankan yang masih ample,” ujarnya, dalam acara Indonesia Economic Review 1Q2024, yang digelar PermataBank, di Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Hal ini, lanjut Josua, tidak lepas dari dukungan kebijakan makroprudensial bagi industri perbankan. Sehingga membuat penyaluran kredit masih akan tetap solid di tahun ini.
Baca Juga
Ekonom PermataBank Prediksi Ekonomi Nasional Tumbuh 5,07% di Tahun Ini
“Ditambah sekalipun memang kebijakan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) terkait dengan covid (restrukturisasi kredit) sudah selesai, ini kita lihat NPL (non performing loan) akan tetap terjaga,” katanya.
Hal ini sejalan dengan optimisme OJK terhadap fungsi intermediasi perbankan yang akan tetap terjaga di tahun ini, meski dihadapkan pada berbagai tantangan seperti memanasnya konflik geopolitik global, naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), dan lainnya.
Baca Juga
Atasi Hambatan Permodalan, Pemerintah Upayakan Porsi Kredit ke UMKM Rp 2.173 Triliun Tercapai 2024
“Kita masih tetap optimistis bahwa fungsi intermediasi perbankan itu akan tetap berjalan baik pada tahun-tahun yang penuh tantangan ini,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, belum lama ini.
Sebagai informasi, OJK mencatat, hingga kuartal pertama tahun ini kredit perbankan mampu tumbuh 12,40% secara tahunan menjadi Rp 7.245 triliun. Hal yang sama juga tercermin dari penyaluran dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 7,44% menjadi Rp 8.601 triliun.

