KPU Beberkan Format Debat Pilpres 2024 dan Porsi Capres-cawapres
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membeberkan format debat Pilpres 2024. KPU juga menjelaskan mengenai porsi capres dan cawapres saat pelaksanaan debat.
Ketua KPU Hasyim Asy'ari menyatakan debat akan digelar sebanyak lima kali. Hal itu sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum atau UU Pemilu. Dalam tiap debat, capres dan cawapres hadir di atas panggung.
Namun, kata Hasyim, porsi bicara capres dan cawapres akan berbeda pada tiap debat. Capres akan lebih banyak bicara saat debat sesi capres yang akan berlangsung tiga kali. Sementara, cawapres akan lebih banyak bicara di dua kali debat atau saat debat sesi cawapres.
"Intinya yang bicara boleh dikatakan, sepenuhnya, kalau debat capres, ya sepenuhnya capres. Kalau cawapres, sepenuhnya cawapres," kata Hasyim di kantor KPU, Jakarta, Rabu (6/12/2024).
Baca Juga
KPU dan Tim Capres-cawapres Bahas Format Debat hingga Jumlah Penonton
Hasyim mengungkapkan, debat capres akan berlangsung pada debat pertama, ketiga, dan kelima. Sementara debat cawapres pada debat kedua dan keempat.
"Debat pertama itu nanti adalah porsinya untuk debat capres, calon presiden. Debat kedua adalah debat untuk cawapres. Debat yang ketiga adalah debat untuk capres. Debat keempat adalah debat untuk cawapres, dan kelima atau debat yang terakhir itu porsinya adalah untuk debat capres," papar Hasyim.
Dikatakan, saat debat capres, pasangannya atau cawapres naik ke atas panggung untuk mendampingi. Demikian juga sebaliknya.
"Sudah. Sudah didampingi. Kalau yang bicara cawapres, yang capresnya mendampingi. Kalau bicara cawapres, capresnya mendampingi, tetapi kan yang bicara sebagaimana kesempatan bicaranya. Kan capres-cawapres sudah ada pembagiannya," katanya.
Baca Juga
Besok, KPU Rapat Lagi dengan Timses Paslon soal Format Debat Capres-cawapres 2024
Berikut jadwal dan tema debat Pilpres 2024:
Debat pertama digelar pada 12 Desember 2023 dengan tema: hukum, HAM, pemerintahan, pemberantasan korupsi, dan penguatan demokrasi. Debat kedua pada 22 Desember 2023 yang mengusung tema pertahanan, keamanan, geopolitik, dan hubungan internasional.
Selanjutnya, debat ketiga diselenggarakan pada 7 Januari 2024 dengan tema ekonomi (kerakyatan dan digital), kesejahteraan sosial, investasi, perdagangan, pajak (digital), keuangan, pengelolaan APBN dan APBD, serta infrastruktur. Debat keempat dilangsungkan pada 21 Januari 2024 dan tema yang diangkat adalah energi, SDA, SDM, pangan, pajak karbon, lingkungan hidup, agraria, dan masyarakat adat.
Kemudian debat kelima atau debat terakhir berlangsung pada Februari 2024 dengan mengusung tema teknologi informasi, peningkatan pelayanan publik, hoax, intoleransi, pendidikan dan kebudayaan, kesehatan (post Covid society), dan ketenagakerjaan.

