Presiden dan Sekjen MHM Bahas Peran Ulama mengenai Persaudaraan Manusia
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (Sekjen MHM) Konselor Muhammed Abdelsalam membahas peran ulama menghadapi tantangan global dan persaudaraan manusia. Pembahasan topik penting ini dilakukan Kepala Negara saat menerima Sekjen MHM di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
“Saya bersama Sekjen PBNU diundang oleh Bapak Presiden untuk ikut serta menemui utusan khusus dari Presiden Muhammad Bin Zayed dari Uni Emirat Arab yang secara khusus datang ke Indonesia. Ini dalam upaya meningkatkan kerja sama bukan hanya antara pemerintah Emirat dengan pemerintah RI, tetapi juga dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan baik yang dibentuk di Emirat maupun organisasi-organisasi kemasyarakatan di Indonesia terutama Nahdlatul Ulama,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf dalam keterangan usai pertemuan, Jumat (05/01/2024).
Baca Juga
Hadapi Tantangan Perubahan Iklim
Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya peran ulama dan orang bijak bangsa dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan global. Melalui pertemuan tersebut, diharapkan akan timbul sejumlah inisiatif untuk dilakukan secara bersama-sama.
“Alhamdulillah dalam perbincangan tadi banyak hal menjadi pandangan bersama. Dua belah pihak insyaallah setelah ini akan ada inisiatif-inisiatif yang akan dikerjakan bersama,” ungkap Yahya.
Selain itu, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi atas upaya dan langkah yang dilakukan oleh Majelis Hukama Muslimin di bawah pimpinan Grand Sheikh Al-Azhar Prof Dr Ahmed Al-Tayeb dalam mendorong perdamaian, menyebarkan nilai-nilai toleransi, koeksistensi, dan persaudaraan manusia, serta dalam mengoptimalkan peran pemuka dan tokoh agama dalam menghadapi tantangan global. Ini termasuk isu perubahan iklim dan dampaknya.
Baca Juga
Bahas Konflik Palestina-Israel, Utusan OKI Bertemu Menlu China
Presiden Jokowi juga mengapresiasi kerja sama yang telah terbangun antara Majelis Hukama Muslimin dengan PB Nahdhatul Ulama dan PP Muhammadiyah dalam meneguhkan persaudaraan manusia dan koeksistensi. Ini terutama terkait perkembangan kondisi kemanusiaan di dunia.
Sementara itu, Abdelsalam mengemukakan bahwa di masa mendatang akan banyak inisiatif dan rencana kerja sama antara Cabang Majelis Hukama Muslimin Kawasan Asia Tenggara yang berkantor di Jakarta dengan berbagai lembaga keagamaan dan pemerintah di Indonesia dan Asia Tenggara. Kerja sama tersebut bertujuan untuk membangun jembatan komunikasi dan mengedepankan nilai-nilai dialog dan koeksistensi.
Abdelsalam juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas upaya bantuan kemanusiaan yang diberikan guna menciptakan perdamaian global, terutama dalam mendukung bangsa Palestina.

