Dibanding IKN, Anies Sebut Nasib Guru Honorer Lebih Penting dan Mendesak
JAKARTA, investortrust.id - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan membeberkan pandangannya mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan keterbatasan anggaran negara saat ini, Anies menyatakan masih banyak hal mendesak lainnya dibanding pembangunan IKN.
"Kita punya fiskal terbatas mana dulu nih yang mau dikerjain ada skalala prioritas, ada unsur prioritas. Secara urusan dan prioritas secara waktu kita menyebutnya dengan istilah important and urgen. Nah, important and urgen harus diselesaikan tetapi kalau important not urgen ini bisa dikerjakan nanti," kata Anies saat berdiskusi dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (1/12/2023).
Baca Juga
Anies membeberkan sejumlah hal penting dan mendesak dibanding IKN. Salah satunya nasib guru honorer yang tak kunjung diangkat. Anies menilai anggaran puluhan triliun yang dialokasikan APBN untuk IKN sebaiknya dialokasikan untuk mengangkat para guru honorer.
"Bagaimana guru-guru honorer? Kalau mendengar ada alokasi sekian triliun sementara dia (guru honorer) ingin diangkat dan alasannya karena anggarannya belum ada terus bagaimana kita menjelaskan kepada guru-guru honorer ini," katanya.
Menurut Anies, perbaikan nasib guru honorer lebih penting dan mendesak karena selaras dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Kita bilang, 'kami ingin kualitas manusia yang lebih baik.' Loh, kalau kita ingin kualitas manusia lebih baik ya gurunya dibenerin. Gimana guru bisa konsentrasi ngajar ketika gajinya hanya cukup untuk 10 hari, ketika gaji cukup untuk 15 hari. Jadi ini bukan soal menolak IKN, tidak. Ini kita sedang punya anggaran yang terbatas, anggaran terbatas ini mau diapakan. Menurut hemat kami ada persoalan-persoalan urgen yang harus diselesaikan," katanya.
Baca Juga
Anies Minta Media Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2024
Anies menjelaskan, UU IKN telah disahkan dan berlaku. Namun, untuk melaksanakan UU itu, Anies menilai pemerintah harus mendahulukan hal yang menjadi skala prioritas disesuaikan dengan anggaran yang ada. Menurut Anies, manfaat dari IKN sangat terbatas pada kawasan tersebut, sementara masyarakat, terutama di Kalimantan membutuhkan hal lainnya. Selain guru honorer, Anies juga menyinggung mengenai pembangunan infrastruktur di Kalimantan.
"Manfaatnya itu sangat terbatas pada kawasan itu dan sebetulnya yang sangat mendasar bagi masyarakat di sana itu adalah infrastruktur penunjang IKN, apa itu? Jalan tol, kemudian jalan kereta api, bandara itu semua justru yang memberikan manfaat kepada publik. Jadi infrastruktur penunjangnya itu penting karena infrastruktur penunjang ini dirasakan oleh semua. Itu yang menurut saya malah penting. Bahkan di Kalimantan kita perlu membangun jaring hubungan antarkota yang lebih baik supaya lebih terintegrasi. Bukan hanya satu tempat yang lebih maju," katanya.

