Pemerintah Pastikan Program Makan Siang Gratis Tidak Ambil Dana BOS
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah memastikan rencana program makan siang gratis tidak menggunakan alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS). Kepastian tersebut diungkap Tenaga Ahli Menteri Koordinator bidang Perekonomian Ahmed Zaki Iskandar.
Menurut Zaki, saat ini Kemenko Perekonomian tengah menjajaki berbagai skema yang akan digunakan dalam mewujudkan program makan siang gratis bagi anak-anak sekolah dan santri. Ia menambahkan pemerintah pusat sangat mengharapkan masukan yang diberikan oleh pemerintah daerah.
"Yang dilakukan oleh Kemenko adalah belanja ide, belanja saran, belanja kritik dan juga belanja masalah. Ada saran dan ide dari daerah-daerah karena antusiasnya masyarakat yang mengharapkan program ini bisa berjalan itu tergantung dari usulan daerah-daerah," ucap Zaki saat dijumpai di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (08/03/2024) lalu.
Mantan Bupati Tangerang itu berujar Kemenko Bidang Perekonomian telah menampung usulan dari pemerintah daerah, salah satunya Pemkab Tangerang. Menurut Zaki, Pemkab Tangerang memberikan saran agar pemerintah menggunakan skema seperti BOS dalam menyalurkan bantuan kepada sekolah.
"Usulannya dari Kabupaten Tangerang skema yang dipakai untuk pendanaan dari APBN melalui skema seperti BOS atau melalui skema BOS, yang dipisah rekeningnya tanpa mengganggu BOS yang reguler sekarang. Entah itu namanya (BOS) afirmatif, entah itu spesifik untuk makan siang, yang pasti skemanya BOS, karena locus-nya di sekolah, kita kasih makan siangnya kan di sekolah bukan di rumah," jelas Zaki.
Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta itu juga menekankan alih-alih menggunakan dana BOS, justru pemerintah berencana meningkatkan alokasi dana bantuan tersebut yang diperuntukkan bagi makan siang gratis.
"Jadi apa pun nanti ada usulan lagi yang sebelumnya, melalui DAK untuk dikirim ke kabupaten atau kota kemudian dari kabupaten atau kota baru dikirim ke sekolah, tetapi yang diusulkan oleh Kabupaten Tangerang adalah melalui skema BOS. Ini sekali lagi digarisbawahi, di luar atau tidak mengutak-atik BOS reguler yang sekarang berjalan. Jadi ada BOS tambahan,"
Selain soal skema pembiayaan, Zaki juga berujar pemerintah telah mendapatkan masukan agar program makan siang gratis memberdayakan pelaku usaha mikro di sekitar sekolah.
"Usulan yang ada di Kabupaten Tangerang kemarin adalah bagaimana bila makan siang menggunakan para pedagang lokal di sekeliling sekolah," ucap Zaki.
Sementara itu, Zaki turut menjelaskan saat ini uji coba dan masukan-masukan yang diterima oleh Kemenko Bidang Perekonomian akan dirangkai menjadi rekomendasi kebijakan strategis kepada pemerintahan yang akan datang.
"Ini semuanya jalannya secara bertahap, yang kita kumpulkan sekarang ini, saran, ide, gagasan, kemudian kritik termasuk masalah yang timbul, itu nanti akan jadi summary, jadi kajian untuk pemerintahan yang baru berikutnya. Apakah mereka mau menjalankan ini, berapa (anggaran) jalaninnya dan kapan itu nanti diserahkan kepada pemerintahan berikutnya," terang Zaki.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar uji coba program makan siang gratis yang berlokasi di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten, pada 29 Februari 2024 lalu.

