Dominasi Elit hingga Sempitnya Ruang Partisipasi Publik Lemahkan Demokrasi Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - The Habibie Center membagikan catatan mengenai demokrasi Indonesia selama Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat. Catatan itu disampaikan dalam Habibie Democracy Forum.
Direktur Program dan Pengembangan The Habibie Center, Julia Novrita menyebut ada tujuh indikator melemahnya demokrasi Indonesia. Julia mengatakan semakin sempitnya ruang partisipasi publik dalam perumusan kebijakan. Ini mengakibatkan produk legislasi cenderung mengakomodasi kepentingan elit.
Terjadi pelemahan institusi penjaga akuntabilitas. “Itu sangat dirasakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mahkamah Konstitusi (MK),” kata Julia saat diskusi publik Pasca Debat Capres dan Peluncuran Rekomendasi Kebijakan Habibie Democracy Forum 2023 di kantornya, Jakarta, Selasa (06/02/2024).
Julia mengatakan indikator lain yaitu munculnya fungsi pengawasan parlemen yang tidak efektif.
Dia menyebut meningkatnya ancaman atau kriminalisasi terhadap gerakan aktivis sosial. “Strategi represif dengan instrumen hukum digunakan untuk mengintimidasi suara kritis,” kata dia.
Julia mengatakan indikator lain melemahnya demokrasi terlihat dari belum adanya regulasi untuk penggunaan teknologi AI guna mengantisipasi pelemahan demokrasi. Penggunaan AI dapat memunculkan narasi dari elit politik bahwa demokrasi hanya sekadar alat untuk mencapai kesejahteraan.
“Sementara yang kita dorong adalah demokrasi bukan sebagai alat tapi juga tujuan,” ujar dia.
Selanjutnya, dominasi para elit yang menguasai sumber daya material. Julia mengatakan dengan penguasaan itu muncul narasi kesejahteraan yang dinilai dari pendapatan dan pertumbuhan ekonomi semata.
“Sehingga memunculkan ketimpangan dan marjinalisasi,” kata dia.
Tak hanya itu, dia juga mencermati adanya pengkultusan pemimpin, praktik jual beli suara dalam pemilu, dinasti politik, dan rendahnya komitmen untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dalam politik.
Habibie Democracy Forum digagas karena jumlah negara di dunia menurun tingkat demokrasinya. Indonesia, menurut Freedom House, statusnya berubah dari fully free menjadi partly free sejak 2013.
EIU Democracy Index juga menyebut Indonesia dalam kategori Flawed Democracy. Indeks Indonesia turun dari 7,03 pada 2015 menjadi 6,71 pada 2022.

