SMRC: Prabowo-Gibran Lebih Kuat di Warga yang Bukan Anggota Organisasi Keagamaan
JAKARTA, investortrust.id - Capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka lebih kuat di warga yang bukan anggota organisasi keagamaan dibanding warga yang menjadi anggota organisasi keagamaan. Hal itu terungkap dalam studi yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Pendiri SMRC, Saiful Mujani mengungkapkan sebaliknya dari Prabowo-Gibran, capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD lebih kuat didukung anggota organisasi keagamaan dibanding yang bukan anggota, sementara pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), lebih kuat didukung massa pendukung gerakan 212 dibanding yang tidak mendukung gerakan tersebut.
Dalam survei yang dilakukan SMRC pada Desember 2023, terlihat hubungan antara keanggotaan dalam pelbagai organisasi dengan pilihan terhadap pasangan calon presiden. Selain organisasi, yang juga diamati adalah gerakan sosial seperti gerakan 212. Sejauh mana gerakan 212 memiliki asosiasi dengan pasangan calon presiden.
Baca Juga
Kerap Dituduh Kudeta, Prabowo: Tidak, Saya Percaya Demokrasi
Dari survei itu, terdapat 39% yang tahu gerakan atau aksi bela Islam 212. Dari angka itu, sebanyak 27% memilih pasangan Anies-Cak Imin, 45% Prabowo-Gibran, 20% Ganjar-Mahfud, dan 9% tidak tahu. Sementara dari 61% yang tidak tahu, 15% memilih Anies-Cak Imin, 51% Prabowo-Gibran, 21% Ganjar-Mahfud, dan 12% tidak menjawab.
Dari yang tahu, sekitar 45% di antaranya mendukung gerakan 212, 50% tidak mendukung, dan 5% tidak jawab. Dari yang mendukung 212, 39% memilih Anies-Cak Imin, 46% Prabowo-Gibran, 11% Ganjar-Mahfud, dan 4% tidak tahu. Sementara dari yang tidak mendukung gerekan 212, 16% memilih Anies-Cak Imin, 46% Prabowo-Gibran, 28% Ganjar-Mahfud, dan 10% tidak jawab.
Saiful menjelaskan bahwa berdasarkan data tersebut, gerakan 212 penting secara politik untuk pasangan Anies-Cak Imin.
“Tahu saja tentang gerakan 212 sudah punya efek positif pada pasangan Amin, apalagi kalau mendukung. Dan ini cukup konsisten dengan situasi terakhir bahwa gerakan ini mendukung Anies-Muhaimin. Yang kedodoran jika gerakan ini menguat adalah Ganjar. Jika gerakan ini menguat, maka yang menguat adalah Anies dan yang melemah adalah Ganjar. Sementara Prabowo juga banyak terpengaruh” kata Saiful dalam program Bedah Politik bersama Saiful Mujani episode ”Ormas Keagamaan dan Pilpres 2024” yang disiarkan melalui kanal Youtube SMRC TV, Kamis (4/1/2024).
Dalam survei itu, terdapat 23,3% responden yang mengaku sebagai anggota NU, 73,8% bukan anggota, dan 2,9% tidak menjawab. Dari yang mengaku anggota NU, 12% memilih Anies-Cak Imin, 46% Prabowo-Gibran, 30% Ganjar-Mahfud, dan 12% tidak jawab. Sementara yang bukan anggota NU, 22% memilih Anies-Muhaimin, 50% Prabowo-Gibran, 18% Ganjar-Mahfud, dan 10% tidak jawab.
Kemudian, dari 3,2% yang mengaku sebagai anggota Muhammadiyah, 19% memilih Anies-Cak Imin, 48% Prabowo-Gibran, 29% Ganjar-Mahfud, dan 4% tidak jawab. Sementara dari 94% yang mengaku bukan anggota Muhammadiyah, 20% memilih Anies-Cak Imin, 49% Prabowo-Gibran, 21% Ganjar-Mahfud, dan 11% tidak jawab.
Selanjutnya, dari 14,2% yang mengaku anggota organisasi masjid, 19% memilih Anies-Cak Imin, 45% Prabowo-Gibran, 24% Ganjar-Mahfud, dan 12% tidak jawab. Sementara dari 83,1 persen yang mengaku bukan anggota organisasi masjid, 20% memilih Anies-Cak Imin, 50% Prabowo-Gibran, 20% Ganjar-Mahfud, dan 10% tidak jawab.
Dari 10,4 persen anggota serikat pekerja/buruh atau kelompok tani/nelayan, 16% memilih Anies-Cak Imin, 48% Prabowo-Gibran, 21% Ganjar-Mahfud, dan 14% tidak jawab. Sementara dari 87,3% yang mengaku bukan anggota, 20% memilih Anies-Cak Imin, 49% Prabowo-Gibran, 21% Ganjar-Mahfud, dan 10% tidak jawab.
Dan dari 24,9% anggota majelis taklim, 19% memilih Anies-Muhaimin, 44% Prabowo-Gibran, 26% Ganjar-Mahfud, dan tidak jawab sebanyak 12%. Sementara dari 72,2% yang mengaku bukan anggota, 20% memilih Anies-Muhaimin, 51% Prabowo-Gibran, 19% Ganjar-Mahfud, dan tidak jawab 10%.
Berdasarkan hasil survei itu, Saiful mengatakan, orang yang tidak aktif di NU cenderung lebih kuat ke Prabowo dibanding dengan yang aktif. Hal yang sama terjadi pada Muhammadiyah, organisasi masjid, dan majelis taklim. Prabowo lebih kuat pada warga yang bukan anggota organisasi-organisasi keagamaan dibanding warga yang menjadi anggota organisasi-organisasi tersebut. Sebaliknya, Ganjar-Mahfud cenderung lebih kuat dipilih oleh anggota organisasi keagamaan dibanding yang bukan anggota.
Saiful menjelaskan penyebab Prabowo cenderung lebih kuat didukung warga yang bukan anggota organisasi keagamaan. Pertama, Prabowo memang tidak punya rekam jejak aktivitas di organisasi keagamaan. Hal ini berbeda dengan Mahfud yang memiliki latar belakang organisasi NU dan kelompok Islam modernis seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Muhammadiyah. Ganjar juga memiliki kedekatan khusus dengan NU karena dia menjadi gubernur dua periode di Jawa Tengah yang merupakan basis NU.
Sementara Anies kurang memiliki sejarah kedekatan dengan organisasi seperti NU. Dia lahir di Kuningan, Jawa Barat, dan kemudian menjadi gubernur di DKI Jakarta yang bukan merupakan basis NU. Sementara Cak Imin yang merupakan ketua umum PKB tak mampu menarik minat massa NU ternyata belum. Salah satunya, karena versi NU Cak Imin sudah tersubordinasi ke dalam PKB, sehingga jumlahnya lebih sedikit dibanding NU secara keseluruhan.
“Dia (Cak Imin) sudah terkurung di dalam PKB sehingga tidak cukup inklusif dibanding Mahfud. Sementara NU tidak hanya di PKB, tetapi juga di partai-partai politik yang lain,” jelas Saiful.
Baca Juga
Penjelasan lain mengapa Prabowo lebih kuat di warga yang bukan anggota organisasi keagamaan adalah karena menteri pertahanan ini bisa mempenetrasi pemilih tanpa perantara organisasi. Hal ini terjadi karena Prabowo sudah melakukan sosialisasi yang sangat intensif dan panjang sejak menjadi cawapres pada 2009 serta capres pada Pilpres 2014 dan 2019.
“Dia bisa menjangkau pemilih secara langsung melalui media massa, kampanye, dalam kurun waktu yang panjang sehingga tidak harus dijembatani oleh organisasi-organisasi sosial apakah itu keagamaan maupun non-keagamaan. Itu yang menjelaskan mengapa warga yang bukan anggota organisasi sosial bisa dijangkau oleh Prabowo dibanding pasangan-pasangan calon presiden yang lain,” pungkasnya.
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum. Response rate atau responden yang dapat diwawancarai secara valid dan tidak ada aparat saat proses wawancara sebesar 3.555 atau 78%. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 2.0% pada tingkat kepercayaan 95% dengan asumsi stratified random sampling.

