Survei Indikator: Elektabilitas Gerindra Pepet PDIP
JAKARTA, investortrust.id - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait elektabilitas partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024. Hasilnya, elektabilitas Partai Gerindra makin mendekati PDIP.
Berdasarkan survei yang dilakukan Indikator Politik pada 23 Desember hingga 24 Desember 2023, PDIP masih menduduki puncak klasemen dengan raihan elektabilitas 19,1%. Sementara Partai Gerindra berada di urutan kedua dengan dipilih oleh 18,2% responden.
Elektabilitas Gerindra melompat signifikan dibanding pada September 2022 lalu, yakni 10,3 persen. Sejak itu, elektabilitas Gerindra menunjukkan tren naik secara konsisten tiap bulannya Sebaliknya, tren elektabilitas milik PDIP terpantau naik-turun. Pada September 2022, PDIP meraih elektabilitas 18,6% dan sempat menyentuh angka 23,7% pada Juli 2023. Namun, setelah itu, elektabilitas PDIP terus turun hingga berada di angka 19,1% atau hanya naik 0,5% dibanding September 2022.
Baca Juga
Survei LSI Denny JA: PDIP Disalip Gerindra, Gagal Hattrick di Pemilu 2024?
Peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyebut penurunan elektabilitas PDIP terjadi setelah Piala Dunia U-20 gagal digelar di Indonesia. Penyebab lainnya, yakni pendukung Jokowi mulai beralih ke partai lain.
"Kemudian mereka yang suka Pak Jokowi dan memilih PDIP turun tinggal 7,4%. Salah satu yang membuat penurunan suara PDIP adalah mereka, Jokower, yang sebelumnya memilih PDIP itu mulai pindah ke partai lain. Di antaranya ada yang suka Jokowi, tetapi memilihnya Gerindra 2,6%. Mungkin karena Pak Jokowi di mata responden sekarang makin mesra sama Gerindra," kata Burhanuddin dalam rilis hasil survei secara daring, Selasa (26/12/2023).
Dengan hasil survei tersebut, belum dapat ditentukan parpol pemenang Pemilu 2024. Hal ini mengingat margin of error survei Indikator Politik ini berada pada kisaran 2,9%.
Selain elektabilitas PDIP dan Gerindra, survei Indikator Politik Indonesia juga memotret elektabilitas parpol lainnya. Di bawah PDIP dan Gerindra atau urutan ketiga ada Partai Golkar dengan raihan 9,3%, disusul PKB 7,8%, dan Nasdem 6,2%. Selanjutnya ada PKS dengan 6%, PAN 4,5%, dan Demokrat 4,4%. Sedangkan partai lainnya kurang dari 3% dan yang tidak menjawab pertanyaan survei sebesar 15,1%.
Baca Juga
Survei LSI: PDIP Teratas, PPP Terancam Terdepak dari Senayan
Survei ini dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 23 Desember hingga 24 Desember 2023 dengan sampel sebanyak 1.217 responden yang dipilih melalui kombinasi metode random digit dialing (RDD) dan double sampling. Margin of error survei diperkirakan ± 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, dengan asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang sudah terlatih dan profesional.

