Anies Baswedan Targetkan Tambah Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
JAKARTA, investortrust.id - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan ingin menumbuhkan pusat perekonomian baru. Gagasan ini ditawarkan Anies karena saat ini terjadi kesenjangan dan persoalan biaya hidup yang makin nyata.
“Kami mengharapkan Indonesia adil makmur untuk semua itu artinya, kita menginginkan ada kesetaraan kesempatan. Kesetaraan untuk tumbuh yang kami istilahkan pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonomi berkualitas,” kata Anies saat ialog Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar Kadin Indonesia, di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (11/1/2024).
Anies mengatakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus diiringi pemerataan dan keberlanjutan. Ini dilakukan karena Indonesia harus dibangun merata. “Kenapa berkelanjutan? Karena kita ingin indonesia bisa digunakan anak cucu kita,” ujar dia.
Tapi, pada kenyataannya pembangunan ekonomi mengalami sentralisasi. Anies berharap kondisi ini bisa berubah. Sehingga kesenjangan perekonomian antardaerah dapat dipangkas.
“Pusat-pusat perekonomian hanya terkumpul di beberapa wilayah saja. Ini sudah kita sadari lama. Ini kita lihat sebagai masalah yang ingin kita selesaikan,” kata dia.
Anies menyebut selain jarak perekonomian, ada pula jarak indeks pembangunan manusia. Dia menyebut jarak indeks pembangunan manusia di Pulau Sumatera dan Pula Jawa di posisi 74. Sisanya lima tahun.
Baca Juga
Buka Dialog Capres Bersama Kadin, Anindya Bakrie Singgung Indonesia Emas 2045
“Tapi jangan lihat 5 poinnya. Gap antara Jawa dan Sumatera, dengan seluruh Indonesia itu 10 tahun bukan 5 poin. Karena untuk mencapai 5 poin itu butuh 10 tahun,” ujar dia.
Untuk memangkas segala perbedaan ini, Anies menawarkan gagasan Satu Perekonomian Indonesia. Gagasan ini untuk menurunkan gini ratio serta menciptakan lapangan kerja yang luas. Selain itu, dia menawarkan upaya penyelesaian birokrasi yang berbelit, biaya logistik yang turun, serta indek pembangunan manusia yang membaik.
“Langkah awalnya untuk mewujudkan Satu Perekonomian yaitu menghadirkan iklim usaha yang kondusif. Minimal ada tiga unsurnya, satu, kepastian hukum. Dua, kepastian rencana jangka panjang. Ketiga, penyederhaan atas apapun yang terkait pemerintah,” kata dia.
Langkah pemerataan lain, kata Anies yaitu keinginannya meng-upgrade 40 kota baru sebagai pusat perekonomian. Pusat perekonomian baru ini untuk menunjang reindustrialisasi.
Untuk itu, dia ingin duduk bersama dengan pelaku usaha untuk menentukan reformasi regulasi. Dia percaya dengan kemitraan yang setara antara pemerintah dan pelaku usaha, kebijakan itu dapat muncul.
“Kami berharap pengusaha-pengusaha Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus tamu mempesona di negeri orang,” ujar dia.
Baca Juga
