Ekonomi Indonesia Masih Timpang, Anies Baswedan Targetkan Satu Kemakmuran
JAKARTA, investortrust.id - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, menargetkan kemakmuran untuk seluruh rakyat Indonesia di masa depan. Sebab, saat ini ia melihat adanya ketimpangan ekonomi yang cukup besar antar-wilayah di Indonesia.
"Kita ingin Indonesia ini menjadi satu kemakmuran. Jangan yang makmur hanya di wilayah dan sektor tertentu," kata Anies Baswedan Indonesia dalam acara Roadmap Perekonomian Apindo 2024-2029 di Jakarta, Senin (11/12/2023).
Itulah mengapa dalam visi misinya, Anies Baswedan menggunakan dua dimensi untuk membangun Indonesia. Pertama adalah dimensi sektor seperti pertanian, kesehatan, energi, dan sebagainya. Lalu yang kedua adalah dimensi teritorial atau wilayah seperti Kalimantan, Sumatera, Jawa, dan Papua.
Baca Juga
Anies Tegaskan Pentingnya RUU Perampasan Aset untuk Berantas Korupsi
"Sehingga pembangunan itu tidak simetris seluruh Indonesia pendekatannya sama. Tapi ada teritorial base untuk kita bisa membereskan PR kita, yaitu perekonomian kita yang timpang. Ini kenyataannya," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Lebih lanjut Anies memaparkan soal ketimpangan di Sumatera dan Jawa dengan daerah lainnya di Indonesia. Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa dan Sumatera adalah 69 pada 2013, sementara wilayah lain baru bisa menyentuh angka tersebut di tahun 2022.
"Artinya apa? Artinya telah terjadi gap sepanjang 10 tahun. Jadi Jawa-Sumatera, 69 (IPM) pada tahun 2013, seluruh wilayah Indonesia baru 69 tahun 2022. Bukan 4 poin tapi 10, ini gap. Artinya kita mendorong bagaimana kita bisa menggerakkan perekonomian kita," sebut Anies.
Baca Juga
Survei Litbang Kompas: Prabowo-Gibran 39,3%, Anies-Cak Imin Salip Ganjar-Mahfud
Tidak hanya itu, Anies juga memaparkan kesenjangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Daerah-daerah di Pulau Jawa memiliki PDRB jauh lebih tinggi ketimbang kota-kota lain.
DKI Jakarta memiliki PDRB Rp 1.953 triliun, Surabaya Rp 434 triliun, Bandung Rp 211 triliun, dan Semarang Rp 152 triliun. Sementara Balikpapan punya PDRB Rp 91 triliun, Banjarmasin Rp 27 triliun, dan Palangkaraya Rp 13 triliun. (CR-8)

