IATPI: Benyamin S Award Jadi Momentum Hidupkan Gotong Royong di Jakarta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI), Endra S Atmawidjaja menilai ajang Benyamin S Award (BSA) 2026 menjadi momentum untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong dalam pembangunan wilayah di Jakarta.
Endra menyampaikan, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu hal yang terlihat dari pelaksanaan Benyamin S Award. Dikatakan, kepemimpinan para lurah dalam menggerakkan berbagai pihak merupakan bentuk collaborative urban governance atau tata kelola perkotaan kolaboratif dalam skala mikro.
"Gotong royong, itu yang kita kembalikan, kita hidupkan lagi ke depan. Saya kira itu pesan yang kita bisa dapat dari BSA," kata Endra saat ditemui usai acara Benyamin S Award 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).
Dia menuturkan, Jakarta memiliki potensi untuk menjadi kota global sekaligus mempertahankan identitas lokal yang kuat. Namun, upaya membangun identitas tersebut perlu melibatkan masyarakat dan tidak hanya mengandalkan pemerintah.
Endra menggarisbawahi, inisiatif Benyamin S Award dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia. Menurutnya, semangat kolaborasi dan gotong royong dapat direplikasi mulai dari tingkat rukun warga (RW), kelurahan, kecamatan, hingga wali kota.
"Inisiatif BSA ini bisa direplikasi bukan hanya untuk Jakarta, tapi untuk kota-kota lain di Indonesia pada level RW, lurah, camat, wali kotanya bergotong royong," ujar Endra.
Dia juga menyoroti penyelenggaraan festival di 10 kelurahan finalis yang tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi pemerintah setempat, masyarakat, dan pihak swasta.
Baca Juga
Lurah di Jakarta Tak Ikut Benyamin S Award, Tukin Terancam Dipotong Pramono
Dikatakan Endra, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan wilayah dapat didorong melalui partisipasi aktif masyarakat dan kerja sama dengan mitra.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mewajibkan seluruh 267 kelurahan di wilayah Jakarta mengikuti ajang Benyamin S Award pada 2027. Dia bahkan mengancam akan memotong tunjangan kinerja (tukin) lurah yang tidak mengikuti kompetisi tersebut.
Mulanya, Pramono mengatakan jumlah kelurahan yang mengikuti Benyamin S Award meningkat dari 27 kelurahan pada tahun lalu menjadi 52 kelurahan pada 2026.
"Saya wajibkan tahun depan 267 (kelurahan). Bagi lurah yang tidak ikut, tukinnya kita potong, begitu tukinnya kita potong, pasti semuanya akan ikut," kata Pramono dalam ajang Benyamin S Award 2026 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, kompetisi tersebut digelar untuk mendorong para lurah melakukan perbaikan di wilayah masing-masing. Saat ini, Benyamin S Award memiliki tiga kategori, yakni Nyaman, Indah, dan Sejahtera.
Pramono kemudian mengatakan, kategori kompetisi tersebut berpeluang ditambah, termasuk kategori Aman, sebagaimana usulan yang disampaikan dalam acara tersebut.
