Menghadap Prabowo di Istana, Kepala BRIN Laporkan Perkembangan Riset Air, Kesehatan, hingga Sampah
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyambangi kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta untuk menghadap Presiden Prabowo Subianto, Selasa (17/10/2026). Arif mengaku belum mengetahui agenda pertemuan hari ini.
Namun, Arif menyatakan telah menyiapkan laporan untuk disampaikan kepada Prabowo. Laporan itu terkait perkembangan sejumlah riset yang dilakukan BRIN atas arahan Prabowo.
"Saya mempersiapkan beberapa laporan yang memang saat ini menjadi penugasan, karena beliau beberapa kali memberikan tugas pada BRIN, ya, untuk meng-update beberapa perkembangan riset dalam berbagai bidang yang menjadi concern beliau," kata Arif.
Baca Juga
Arif menyatakan, laporan riset yang akan disampaikannya ini terkait dengan pengelolaan air, kesehatan, kebencanaan, sampah, dan teknologi satelit. Selain menyampaikan hasil riset, BRIN juga akan meminta arahan Prabowo mengenai riset yang perlu dipercepat agar dapat menjawab kebutuhan di lapangan.
"Jadi saya kira ini penugasan yang memang terus beliau berikan pada kami dan hari ini tentu kami akan melaporkan sejumlah hal kepada beliau," ujarnya.
Arif juga akan melaporkan tersebut status penerapan hasil penelitian, mulai dari riset yang sudah dimanfaatkan di lapangan hingga yang masih membutuhkan percepatan atau dukungan infrastruktur. Selain itu, BRIN akan mengidentifikasi penelitian yang telah siap memasuki tahap hilirisasi.
Salah satu hasil penelitian yang mulai diterapkan adalah riset terkait program gentengisasi. Arif menyampaikan, riset gentengisasi telah berjalan melalui kerja sama dengan Danantara. BRIN juga membuka peluang kolaborasi dengan mitra lain, terutama untuk pengembangan teknologi di bidang air.
"Kita sudah bekerja sama dengan Danantara. Dan kami juga terus mencari partner-partner lain, khususnya untuk teknologi-teknologi yang berkaitan dengan air ya," ujarnya.
Baca Juga
Prabowo Perintahkan BRIN Lanjutkan Riset 3 Calon Vaksin Malaria
Selain gentengisasi, BRIN juga terus mengembangkan riset mengenai pengelolaan sampah dan obat herbal. Untuk mempercepat pemanfaatan hasil penelitian tersebut, BRIN menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.
Arif menegaskan, BRIN berfokus pada kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi. Untuk itu, diperlukan kolaborasi agar hasil riset tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"BRIN bukan badan yang memproduksi, kita hanya melakukan riset tapi kita harus memastikan bahwa apa yang kita lakukan dalam riset ini bisa dipercepat proses hilirisasinya, sehingga bisa berdampak bagi masyarakat," katanya.
