Transformasi BUM Desa: Lapangan Kerja Terbuka, Ekonomi Bergerak
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mencatat sebanyak 33.000 BUM Desa dan BUM Desa Bersama di seluruh Indonesia telah mengikuti proses pemeringkatan.
Pemeringkatan tersebut berfungsi sebagai instrumen evaluasi objektif terhadap kinerja tata kelola, legalitas, keuangan, dan dampak sosial yang dihasilkan BUM Desa.
“Hasil klasifikasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam memetakan potensi desa, merumuskan strategi pembinaan dan pendampingan yang tepat sasaran, serta memfasilitasi akses permodalan dan kemitraan sesuai kebutuhan masing-masing kriteria,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT, Tabrani dalam pernyataannya di Jakarta, pekan lalu.
Berdasarkan data klasifikasi pemeringkatan tersebut, tercatat sebanyak 2.423 unit BUM Desa berstatus maju dan 12.107 unit berstatus perintis. Peningkatan ini menunjukkan semakin banyaknya BUM Desa yang aktif mengembangkan usaha, membangun kemitraan strategis, memperluas akses pasar, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan desa.
Tabrani menegaskan pentingnya kemandirian pengelolaan potensi lokal oleh desa. "Desa mampu mengelola potensinya sendiri, menciptakan nilai, dan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi bagi Indonesia," kata Tabrani.
Kemendes PDT berkomitmen untuk terus mendampingi BUM Desa agar seluruh hasil usaha yang diperoleh dapat kembali dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Pengembangan Desa Tematik
Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan, pemerintah terus memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes Merah Putih yang terintegrasi dengan badan usaha milik desa (BUMDes) serta pengembangan desa tematik berbasis potensi lokal.
Kemendes terus berkoordinasi dengan 10 asosiasi desa sebagai mitra strategis dalam memastikan pelaksanaan program pemerintah tersebut berjalan optimal di seluruh Indonesia.
“Jadi 10 asosiasi desa ini menjadi mitra strategis Kementerian Desa untuk memastikan program Bapak Presiden melalui Asta Cita yang ke-6 itu benar-benar terlaksana, termasuk Koperasi Desa Merah Putih dan kami memang dari Asta Cita keenam itu ada 12 aksi bangun desa, di antara itu desa tematik," kata Yandri.
Yandri menjelaskan, Kopdes Merah Putih nantinya akan berperan sebagai offtaker yang bekerja sama dengan BUMDes untuk menyerap sekaligus memasarkan hasil produksi masyarakat desa. Dengan demikian, keberadaan koperasi tidak akan menggantikan ataupun bersaing dengan BUMDes, melainkan saling melengkapi dalam memperkuat aktivitas ekonomi di desa.
“Para petani sesuai dengan potensi desa masing-masing, karena jumlah desa banyak sekali 75.266, dengan berbagai potensi yang ada, tentu nanti masing-masing Kopdes bekerja sama dengan BUMDes memastikan semua produk desa itu sesuai dengan potensinya, akan dipastikan bisa mendapatkan manfaat bagi para penduduk desa," jelas Yandri.
Ke depan, lanjut Yandri, seluruh potensi desa akan dimaksimalkan melalui operasional Kopdes Merah Putih. Selain memperkuat perekonomian masyarakat, keberhasilan koperasi juga akan memberikan manfaat langsung bagi pemerintah desa melalui pembagian hasil usaha.
"Nanti kalau sudah jalan, kami pasti akan maksimalkan fungsinya melalui potensi desa masing-masing, pasti. Apalagi yang dipakai kan dana desa dan apalagi nanti dari keuntungan itu ada 20% dari kopdes itu akan menjadi pendapatan asli desa. Jadi pemerintah desa dengan segala unsurnya punya kepentingan, kopdes ini berhasil dan sukses karena ada efek positifnya kepada desa, termasuk sisanya yang 80% akan kembali ke rakyat di desa itu," kata Yandri.
Selain itu, Yandri menyebut pengembangan desa tematik telah dijalankan selama setahun terakhir dan telah menunjukkan hasil yang positif.
“Banyak desa tematik ini menjadi penyuplai MBG, banyak. Jadi hampir seribu bahkan BUMDes itu menjadi penyuplai utama MBG,” ungkap Yandri.
