Menteri Ara Undang Prabowo Luncurkan Gentengisasi di Majalengka 8 November
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengundang Presiden Prabowo untuk menghadiri peluncuran gentengisasi di Majalengka pada 8 November 2026 mendatang. Dalam acara itu, 34 UMKM Majalengka telah menyiapkan sebanyak 2,4 juta genteng untuk mendukung program gentengisasi.
"Undangan untuk Bapak Presiden hadir tanggal 8 november di Majalengka untuk acara gentengisasi. Di mana sudah dipersiapkan selama beberapa waktu terakhir yaitu UMKM, ada 34 UMKM yang sudah lolos SNI ya, yaitu kriteria keandalan, artinya dia sudah punya suatu sertifikasi yang kuat, lolos uji dan 34 (UMKM) ini menyiapkan 2,4 juta genteng," kata Menteri Ara, sapaan Maruarar Sirait seusai menghadap Presiden Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Baca Juga
Nikmati Nasi Liwet, Menteri Ara dan Mendagri Makan Bareng Sopir Truk Genteng di Purwakarta
Ara menyatakan, jutaan genteng tersebut diproduki puluhan UMKM di Kecamatan Jatiwangi, Majalengka dari tanah liat dengan kualitas yang terjaga. Sebanyak 600 truk akan membawa jutaan genteng tersebut ke berbagai daerah di Jawa Barat.
"Sehingga UMKM-nya juga maju tetapi berkualitas ya karena ada standar tadi, dan 2,4 juta rasanya cukup besar ya, cukup tinggi untuk sebuah suatu pengiriman untuk pemasaran genteng yang akan dikirim ke banyak titik di Jawa Barat," katanya.
Selain program gentengisasi di Majalengka, Ara juga mengundang Prabowo untuk menghadiri akad massal rumah subsidi di Malang pada 17 Desember mendatang. Terdapat sekitar 71.000 penerima manfaat yang akan mengikuti akad massal KPR rumah subsidi keempat tersebut.
"Kami juga sudah laporkan untuk yang tanggal 17 Desember di Malang siap untuk dihadiri Bapak Presiden," katanya.
Baca Juga
Prabowo Ingin Ganti Seng Berkarat dengan Genteng dari Daur Ulang Sampah
Dalam pertemuan itu, Ara mengatakan, Prabowo meminta Kementerian PKP menyiapkan sejumlah program untuk mewujudkan Gerakan ASRI pada 2027. Ditekankan, gerakan ini juga harus memberdayakan UMKM.
"Bapak Presiden itu sangat ingin sekali indonesia itu nyaman indah memberdayakan UMKM sehat," katanya.
