Dino Patti Djalal Bantah Isu Kunjungan ke Kediaman Dubes Singapura
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Dino Patti Djalal membantah adanya kunjungan dirinya bersama Saiful Mujani ke kediaman Duta Besar Singapura, seperti yang tersebar pada sejumlah unggahan di media sosial. Hal ini disampaikan oleh Dino lewat sebuah unggahan video yang diterima pada Minggu, (25/10/2026).
Dino menegaskan bahwa narasi di media sosial yang menceritakan seolah-olah ia mendatangi rumah Duta Besar Singapura di Jakarta pada malam hari di hari Minggu pekan lalu adalah seratus persen fiktif dan fiksional.
Pada hari yang disebutkan dalam unggahan tersebut, ia justru sedang berada di Perth, Australia, selama tiga hari untuk berbicara dalam sesi perubahan iklim yang diadakan oleh lembaga swadaya masyarakat Global Citizen selaku anggota Oceania Board, serta sempat bertemu dengan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta.
Selain itu, Dino membeberkan bahwa ia sudah bertahun-tahun tidak bertandang ke kediaman Duta Besar Singapura di Jakarta, meskipun ia menganggap sang duta besar sebagai teman baik. Terkait tuduhan keterlibatan Saiful Mujani, Dino menegaskan tidak memiliki urusan dan tidak pernah bertemu dengan ahli kuantitatif survei tersebut.
"Saya ingin memberikan klarifikasi bahwa berita itu 100% fiktif, totally fabricated, karena pada hari Minggu itu, saya berada di Perth, Australia, selama tiga hari, baru kembali hari Selasa malam, dan saya berada di sana untuk berbicara dalam sesi perubahan iklim yang diadakan oleh LSM Global Citizen, di mana saya menjadi anggota dari Oceania Board, dan selama di Perth, saya juga bertemu dengan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta," ujar Dino.
Baca Juga
Kedubes Singapura Bantah Ada Kunjungan Mujani dan Dino Patti Djalal ke Kediaman Dubes
Dino menilai unggahan fiktif tersebut sengaja disebarkan untuk menciptakan kesan bahwa dirinya tidak nasionalis dan melakukan kolusi dengan Singapura. Menanggapi hal itu,
Dino menegaskan rekam jejaknya yang telah mengabdi kepada negara selama 28 tahun dan menerima tiga bintang penghargaan dari negara, yaitu dua Bintang Mahaputera yang salah satunya dari Presiden Prabowo Subianto serta satu Bintang Jasa Utama. Ia juga mengingatkan bahwa dirinya lahir dari keluarga nasionalis, di mana ayahnya mendedikasikan hidup untuk memperjuangkan Wawasan Nusantara agar seluruh laut di sekitar Kepulauan Indonesia diakui sebagai wilayah kedaulatan negara.
Lebih lanjut, Dino merasa prihatin karena unggahan tersebut mencerminkan modus operandi baru dari tim terkoordinasi dan berdukungan yang ia sebut sebagai tim siluman guna mengintimidasi kebebasan berbicara. Oleh karena itu, ia berencana membawa temuan modus intimidasi ini kepada Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid agar masyarakat dapat terlindungi dari praktik pengaburan fakta.
Isu mengenai dugaan pertemuan antara sejumlah tokoh oposisi dengan Duta Besar Singapura ini sebelumnya turut dicermati oleh Partai Gerindra. Sekretaris Fraksi Gerindra DPR Bambang Haryadi menyampaikan bahwa pihaknya melalui anggota di Komisi I DPR akan mendalami kebenaran informasi dari unggahan viral yang memperlihatkan area pagar depan Kedubes Singapura disertai narasi bernada tuduhan tersebut. Bambang menekankan bahwa meskipun pemerintah dipimpin Presiden Prabowo Subianto sangat terbuka terhadap kritik konstruktif, setiap pandangan hendaknya ditujukan untuk perbaikan tanpa ditumpangi kepentingan asing.
Di sisi lain, Kedutaan Besar Republik Singapura di Jakarta merilis pernyataan resmi pada Minggu, 25 Oktober 2026, yang menegaskan bahwa klaim kunjungan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal ke kediaman duta besar pada 18 Oktober 2026 adalah tidak benar dan merupakan bentuk disinformasi. Pihak Kedutaan Besar Singapura menegaskan tidak pernah ada kunjungan semacam itu dan menyatakan siap bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia untuk menangani penyebaran disinformasi tersebut.
