Rasio Insinyur Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain
JAKARTA, investortrust – Jumlah insinyur di Indonesia tegolong rendah, tertinggal dibanding negara lain. Untuk mendorong siswa tertarik bidang keinsinyuran (engineering), PT Tripatra Engineers and Constructors (Tripatra), penyedia solusi berbasis rekayasa teknik di Indonesia, menggelar kegiatan Engineering for Teenagers untuk para siswa-siswiSMP di wilayah Jabodetabek.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan mendukung program pemerintah dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, khususnya di bidang keinsinyuran (engineering) dan pengembangan energi terbarukan.
Presiden Direktur & CEO PT Tripatra Engineers and Constructors, Raymond Naldi Rasfuldi menyatakan, kebutuhan insinyur profesional di Indonesia, belum diimbangi dengan SDM yang ada. Berdasarkan data Persatuan Insinyur Indonesia (PII), jumlah insinyur di Indonesia masih berada di rasio 5.300 Insinyur per juta penduduk sedangkan Vietnam di rasio 9.000 per juta penduduk, Amerika Serikat dan Korea masing-masing di rasio 20.000 dan 25.000 per juta penduduk. “Oleh karena itu, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas Insinyur tanah air untuk mewujudkan Indonesia Emas di 2045,” kata Raymond, Jumat (28/7/2023).
Raymond mengatakan, Tripatra kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih dekat tentang dunia keinsinyuran kepada para siswa-siswi SMP dengan mengajak mereka berkenalan dengan profesi Insinyur serta melakukan eksperimen terkait rekayasa sederhana bidang energi.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-50Tripatra. Sepanjang program, peserta diperkenalkan dengan sosok-sosok insinyur yang berpengalaman di bidangnya masing-masing. Selain itu, di dalam program ini, para siswa-siswi juga diberikan pemahaman mengenai energi terbarukan serta ditantang untuk dapat membuat eksperimen energi terbarukan sederhana yaitu membuat rumah model pembangkit listrik bertenaga angin.
Head of Corporate Communication & Sustainability Division, Ninesiana Melinadona menambahkan,“Kegiatan Engineering for Teenagers ini merupakan salah satu bentuk komitmen Tripatra dalam berkontribusi bagi pembangunan potensi generasi penerus, sekaligus merupakan implementasi program Environmental, Social, and Governance (ESG) dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam hal pengembangan masyarakat dan pendidikan bermutu.
Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2019, program Engineering for Teenagers telah berhasil menjangkau lebih dari 250 siswa-siswi SMP dari 156 sekolah.

