Inilah Perbandingan Program MBG Indonesia versus Negara-Negara Lain, Mana Lebih Unggul?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Berbagai negara memiliki program yang mirip dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia. Negara lain yang menjalankan program serupa MBG antara lain Jepang, Korea Selatan, Finlandia, India, Brasil, Afrika Selatan, dan Hawaii, Amerika Serikat (AS). Bagaimana perbandingannya? Siapa lebih unggul?
Program MBG yang dijalankan Indonesia ternyata memiliki keunggulan dibanding program serupa di negara-negara lain. Kecuali jumlah menunya lebih beragam, kualitas gizi yang disajikan MBG ala Indonesia relatif lebih lengkap karena memadukan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, buah, dan susu.
Perbandingan berbagai program makan sekolah di dunia menunjukkan, setiap negara memiliki pendekatan berbeda dalam menyediakan makanan bagi siswa. Namun dari sisi variasi menu dan kelengkapan gizi, program MBG Indonesia relatif lebih kaya.
Program MBG di Indonesia dirancang untuk menjangkau jutaan siswa dari berbagai daerah di Tanah Air, dari Aceh hingga Papua, dengan menu yang disesuaikan dengan bahan pangan lokal. Selain kelompok siswa sekolah, program MBG menyasar kelompok anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Dalam satu paket makan biasanya tersedia nasi, lauk berprotein seperti ayam atau telur, sayur, buah, serta susu. Kombinasi ini membuat menu MBG tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi harian para penerima manfaat.
Baca Juga
Curhat ke Prabowo, Bocah Nias yang Sempat Viral Kini Tagih MBG
Kecuali itu, menu MBG dapat bervariasi sesuai daerah. Misalnya nasi, ayam bumbu kuning, tumis sayur, tempe atau tahu, buah pisang atau pepaya, serta susu. Di daerah lain bisa disajikan nasi, ikan goreng, sayur bayam, telur rebus, dan buah. Variasi menu ini membuat anak-anak tidak cepat bosan sekaligus mengenalkan kekayaan pangan lokal.
Berikut perbandingan program serupa di negara-negara lain sebagaimana dilansir Indonesia Food Security Review (IFSR) yang dinukil dari buku Rasa Bhayangkara Nusantara dan data internasional:
Jepang: Makan Bersama di Kelas
Di Jepang, program makan sekolah dikenal sebagai Shokuiku. Menu yang disajikan biasanya terdiri atas nasi putih, ikan panggang, sup miso, sayuran rebus, dan susu.
Fakta menarik dari Jepang bukan hanya menunya, tetapi juga cara penyajiannya. Para siswa makan di kelas bersama guru mereka. Bahkan, siswa secara bergiliran bertugas menyajikan makanan kepada teman-temannya. Sistem ini bertujuan menanamkan nilai kerja sama, tanggung jawab, dan rasa syukur sejak dini.
Korea Selatan: Selalu Ada Kimchi
Korea Selatan juga memiliki program makan siang sekolah yang cukup terkenal. Menu yang disajikan biasanya terdiri atas nasi putih, sup rumput laut atau sup kedelai, ayam atau ikan, sayur tumis, dan kimchi (sayuran fermentasi khas Korea yang dibumbui dengan campuran cabai, bawang putih, jahe, garam, dan saus ikan).
Kimchi hampir selalu hadir dalam setiap baki makanan. Hidangan fermentasi khas Korea ini dikenal kaya probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan.
Pemerintah Korea Selatan menyediakan makan siang gratis bagi siswa dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Baca Juga
BGN Ingatkan MBG Bukan Ladang Bisnis, Soroti Modus Ternak Yayasan
Finlandia: Pionir Makan Siang Gratis
Finlandia menjadi negara pertama di dunia yang menyediakan makan siang gratis bagi siswa. Program ini sudah berjalan sejak 1948.
Menu yang disajikan biasanya berupa kentang rebus atau nasi, sup daging atau sup ikan, salad sayur segar, roti gandum, dan susu.
Semua siswa, dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, mendapatkan makanan hangat setiap hari di sekolah.
India: Program Makan Sekolah Terbesar Di Dunia
India memiliki program makan siang sekolah bernama Poshan, yang sebelumnya dikenal sebagai Mid-Day Meal Scheme.
Program ini merupakan yang terbesar di dunia karena melayani lebih dari 120 juta anak setiap hari sekolah.
Menu yang disajikan biasanya berupa nasi, kari lentil atau dal, roti pipih (chapati), serta sayur-sayuran. Di beberapa daerah juga disajikan telur atau susu.
Baca Juga
BGN Tutup 40 Dapur Nakal, Asisten Khusus Presiden Dorong Pengawasan Ketat Program MBG
Brasil: Dukung Petani Lokal
Brasil menjalankan program makan sekolah bernama Programa Nacional de Alimentação Escolar (PNAE).
Salah satu kebijakan unik dari program ini adalah kewajiban minimal 30% bahan makanan harus berasal dari petani lokal.
Menu yang disajikan biasanya terdiri atas nasi, kacang merah atau kacang hitam, daging sapi atau ayam, salad sayur, dan buah segar.
Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan gizi anak sekolah, tetapi juga memperkuat ekonomi perdesaan.
Afrika Selatan: Sekaligus Membuka Lapangan Kerja
Afrika Selatan memiliki program National School Nutrition Programme (NSNP) yang diluncurkan pada 1994 sebagai bagian dari program sosial pasca-apartheid.
Menu yang disajikan umumnya meliputi bubur jagung (pap), kacang rebus, semur sayur, atau ayam.
Program ini tidak hanya memberi makan lebih dari 9 juta anak, tetapi juga melibatkan sekitar 61 ribu relawan pengolah makanan. Alhasil, program ini membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Baca Juga
Dahulu Nasi Garam, Kini Anak Merianti Nikmati Buah dan Susu Melalui MBG
Hawaii: Menggabungkan Pendidikan Pertanian
Di wilayah Hawaii, Amerika Serikat (AS), program makan sekolah mulai mengembangkan konsep farm-to-school.
Menu yang disajikan sering menggunakan bahan pangan lokal, seperti buah sukun, ikan, dan poi (olahan talas).
Program ini tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga mengajarkan siswa tentang pertanian berkelanjutan dan sumber pangan lokal.
Baca Juga
Disorot Fitch, Menko Airlangga Sebut MBG Jadi Program Investasi Jangka Panjang
Indonesia: Menu Paling Lengkap dan Beragam
Dibandingkan berbagai negara tersebut, program MBG Indonesia memiliki keunggulan dari sisi variasi dan kelengkapan gizi.
Satu paket makan biasanya mencakup karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, buah, dan susu. Menu juga bisa berubah sesuai daerah sehingga memanfaatkan bahan pangan lokal. Maklum, program MBG dilaksanakan dari Aceh, hingga Papua.
Contoh menu MBG Indonesia antara lain:
* Nasi, ayam goreng, tumis buncis wortel, tempe goreng, buah pisang, dan susu.
* Nasi, ikan goreng, sayur bayam, telur rebus, buah pepaya, dan susu.
* Nasi, ayam bumbu kuning, sayur sop, tahu goreng, buah jeruk, dan susu.
Variasi ini membuat menu MBG tidak hanya lebih lengkap dari sisi gizi, tetapi juga mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara.
Dengan kombinasi menu yang lebih beragam dan kandungan gizi yang lebih lengkap, program MBG Indonesia berpotensi menjadi salah satu program makan sekolah terbaik di dunia, baik dari sisi kualitas makanan maupun jumlah penerima manfaatnya. Apalagi program MBG bukan hanya menyasar siswa sekolah.
Kelompok utama penerima manfaat program MBG dan target yang dibidik pemerintah:
1. Siswa Sekolah
Kelompok terbesar penerima MBG adalah peserta didik dari PAUD hingga SMA/SMK, termasuk sekolah umum, kejuruan, madrasah, maupun pesantren. Program ini bertujuan memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup agar mendukung pertumbuhan dan kemampuan belajar.
2. Anak Balita
Balita juga menjadi sasaran karena masa usia dini merupakan periode penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Program ini diharapkan membantu menekan stunting sejak dini.
3. Ibu Hamil
Ibu hamil mendapat prioritas agar kebutuhan gizi selama kehamilan terpenuhi sehingga mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin.
4. Ibu Menyusui
Ibu menyusui juga menjadi penerima manfaat karena membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk menjaga kesehatan dan produksi ASI bagi bayi.
Pada tahap awal (2025), pemerintah menargetkan sekitar 19,47 juta penerima program MBG. Per akhir Februari 2026, jumlah penerima MBG mencapai 61,2 juta orang dari target total 82,9 juta orang hingga akhir 2026.

