Laksamana TNI (Purn) Widodo AS Tutup Usia, Panglima TNI Pertama dari Matra Laut
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Mantan Panglima TNI dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Laksamana (Purnawirawan) Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada Sabtu malam, 24 Oktober 2025, di kediamannya di Jakarta pada pukul 21.30 WIB dalam usia 82 tahun. Berita berpulangnya almarhum dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Tunggul kepada CNN Indonesia.
Lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944, almarhum menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Surakarta sebelum lulus dari Akademi Angkatan Laut pada 1968. Karier militernya dimulai sebagai perwira Angkatan Laut dengan menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari penugasan di kapal perang hingga jabatan komando di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Almarhum pernah menjabat sebagai Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat pada 1995 dan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut sebelum diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut pada 1998. Pada 1999, Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie mengangkatnya sebagai Wakil Panglima TNI, dan beberapa bulan kemudian pada era Presiden keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid ia dipercaya menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Wiranto.
Baca Juga
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Subagyo HS di Mabesad
Widodo resmi menjabat Panglima TNI pada 26 Oktober 1999 hingga 2002 sebelum digantikan oleh Jenderal TNI Endriartono Sutarto. Pengangkatannya menjadi tonggak sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya sejak 1962 jabatan Panglima TNI dipegang oleh perwira tinggi dari luar matra Angkatan Darat, sekaligus menjadikannya Panglima TNI pertama dari Angkatan Laut setelah era reformasi.
Setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Panglima TNI, almarhum kembali dipercaya mengemban jabatan di pemerintahan dan diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Oktober 2004 hingga Oktober 2009. Selama masa tugas tersebut, ia juga sempat merangkap sebagai Menteri Dalam Negeri ad interim pada 2 April hingga 29 Agustus 2007 serta Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ad interim pada 1 hingga 20 Oktober 2009. Selepas dari kabinet, almarhum tetap terlibat dalam lingkaran pemerintahan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada periode 2010 sampai 2014.
