Generasi Z dalam Pusaran Pengangguran Terbuka
JAKARTA, investortrust.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani mengatakan, Generasi Z (Gen-Z) menjadi kelompok usia dominan dalam pengangguran terbuka. Pasalnya ada berderet tantangan menghadang Gen-Z dalam mendapatkan pekerjaan.
Netty menyebut, selain sulitnya lapangan kerja, Gen-Z juga menghadapi tantangan teknologi yang berpotensi menghilangkan sejumlah pekerjaan. Untuk itu, dia berharap Kemnaker menemukan strategi yang tepat untuk membuka lapangan kerja bagi kelompok Gen-Z.
“(Pengangguran) di usia 15-19 tahun di angka 29%. 20-24 tahun di angka 17,02%,” ucap Netty, saat rapat kerja bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di ruang Komisi IX, Kompleks DPR, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2023).
Baca Juga
OJK: Aturan Hapus Buku Kredit Macet Tak Akan Timbulkan ‘Moral Hazard’
Ditanyai seusai rapat kerja, Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, pihaknya akan mengakomodasi kebutuhan Gen-Z terhadap dunia kerja.
Saat ini, kata dia, Gen-Z juga diliputi fenomena pola bekerja dengan upah berdasar output-nya saja. Artinya, Gen-Z yang bekerja akan mendapat upah setiap menyelesaikan suatu proyek atau program dari pemilik modal.
“Hal-hal seperti itu harus kita sampaikan sebagai sebuah peluang. Kita akan dorong regulasinya,” ujar Anwar.
Anwar mengatakan, Gen-Z memiliki proporsi besar dalam pasar tenaga kerja. Untuk itu, dia menyarankan agar Gen-Z mempelajari ilmu atau keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
Baca Juga
PTPP Update Soal Divestasi Aset Rp 1,4 Triliun, Lagi Nego dengan Emiten Prajogo Pangestu?
“Jangan mempelajari ilmu atau keterampilan yang tidak berguna,” ucap dia.
Anwar menyebut Gen-Z memang memiliki kelebihan yaitu digital native dan penguasaan bahasa asing. Dia menyebut, kelemahan lain dari Gen-Z yaitu bekerja untuk hiburan atau worktainment.
“Mereka itu ingin hubungan kerja yang tidak terikat secara ketat,” kata Anwar.
Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Agustus 2023 mencatat, tingkat pengangguran terbuka year-on-year (yoy) mencapai 5,32% dari 147,7 juta angkatan kerja. Sebanyak 139,8 juta orang dalam kondisi bekerja.
Sementara itu, berdasar kelompok usia 15-24 tahun, terdapat 19.40% tingkat pengangguran terbuka, atau turun -1,23% dari Agustus 2022 yang mencapai 20,63%.
Pada kelompok usia 25-59 tahun terdapat 3,07% tingkat pengangguran terbuka atau turun 0,29 yoy. Adapun pada kelompok usia 60 tahun ke atas, terdapat 1,28% tingkat pengangguran terbuka. (CR-7)

