KPK Duga Bupati Klaten Simpan Uang Hasil Korupsi di Tong Tempat Sampah
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menyimpan uang hasil korupsi di tong tempat sampah berwarna biru. Tong tersebut turut dibawa KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Hamenang Wajar Ismoyo dan 19 orang lainnya pada Kamis (16/10/2026).
Hamenang dan delapan orang lainnya yang turut diamankan dalam OTT kemarin tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Jumat (17/10/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Mengenakan masker, topi, dan jaket, Hamenangan memilih bungkam saat dicecar sejumlah pertayaan oleh awak media.
Baca Juga
KPK OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Diduga Suap Pihak BPK Terkait Audit
Hamenang langsung memasuki lobi gedung KPK. Sementara, di belakang Hamenang, terdapat salah seorang tim KPK yang tampak membawa sebuah tong tempat sampah plastik warna biru. Tong tersebut yang diduga digunakan untuk menyimpan uang hasil korupsi.
"Ada tong atau ember yang kemudian juga diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, bahwa ember atau tong tersebut diduga yang digunakan Bupati untuk menampung atau untuk menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo.
Dikatakan Budi, dalam OTT ini, KPK menyita uang tunai sekitar Rp 1,9 miliar. Diungkapkan, terdapat lima kluster tindak pidana terkait OTT Bupati Klaten ini. Kelima kluster itu, yakni dugaan suap terkait proyek, suap perizinan, upah pungut, dan penerimaan lain dari dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten. Selain itu, Hamenangan diduga memberikan suap kepada pihak BPK terkait audit di Pemkab Klaten.
"Kegiatan penyelidikan ini diduga terkait adanya dugaan pemberian yang dilakukan oleh Bupati kepada oknum di BPK dalam kaitannya pemeriksaan atau audit BPK di Pemerintah Kabupaten Klaten. Sehingga dalam perkara ini ada lima kluster," katanya.
Baca Juga
KPK telah menetapkan tersangka terkait OTT tersebut melalui gelar perkara setelah memeriksa intensif para pihak yang diamankan. Namun, Budi belum membeberkan identitas para pihak yang dijerat sebagai tersangka.
"Untuk pihak-pihak yang kemudian ditetapkan untuk bertanggung jawab atau ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, kami akan sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers rencana sore ini," katanya.
