Netizen Nilai Prabowo Sebagai Pemimpin Tegas dan Santun, Namun Emosian
JAKARTA, Investortrust.id – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menjelaskan hasil analisa mereka atas respons masyarakat pasca debat pilpres ketiga. Data Analyst Continuum INDEF, Maisie Sagita menyatakan, netizen mengapresiasi Prabowo Subianto karena ketegasannya mengenai tidak menyebarkan data-data yang terbilang rahasia. Sementara itu, topik perbincangan negatif netizen terhadap Prabowo adalah ‘Terlalu emosian’ sebanyak 48,76% responden.
“Untuk Pak Prabowo, sisi positifnya yaitu diapresiasi oleh publik mengenai ketegasannya terkait tidak mau membuka data rahasia yang sebelumnya diminta oleh pak Anies maupun pak Ganjar. Jadi, keteguhan Pak Prabowo untuk tidak membuka data ini diapresiasi, karena masyarakat merasa memang ada data-data rahasia yang tidak harus dibuka ke publik,” ujar Maisie dalam Zoom meeting, Senin (8/1/2024).
Menurut INDEF, data perbincangan positif di media sosial terhadap Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 itu adalah ‘Pemimpin yang tegas dan santun’ sebanyak 35,52%, ‘Dukung Prabowo’ sebanyak 30,64%, ‘Jawaban Prabowo yang paling masuk akal’ sebanyak 13,52%, ‘Kerja nyata Prabowo terlihat’ sebanyak 11,04%, dan ‘Data rahasia tidak boleh dibuka ke publik’ sebanyak 9,29%.
Ia menambahkan, Capres nomor urut 2 dinilai terlalu emosian oleh netizen di media sosial. Selain itu, netizen juga menilai jawaban dari Prabowo kurang menjawab pertanyaan dari Capres lainnya. “Untuk sisi negatifnya, pak Prabowo dinilai terlalu emosian. Lalu, ada juga publik yang membahas mengenai ketidakmampuan pak Prabowo untuk membuka data saat diminta Capres lain,” tambah Maisie.
Wakil Direktur INDEF, Eko Listiyanto menyampaikan, Prabowo juga harus menyampaikan data riil apabila ingin menyanggah Capres yang lain, sehingga netizen tidak menilai terlalu negatif.
“Catatan dari saya, Pak Prabowo penting juga untuk menyampaikan datanya, ketika bilang salah harus ada data yang sebenarnya bagaimana. Jadi, apabila tidak ada data yang kredibel, pembanding atau data yang sebenarnya itu bisa saja terkena serangan oleh netizen,” kata Eko dalam Zoom meeting.
Perlu diketahui, hasil analisa perbincangan negatif netizen terhadap Prabowo Subianto adalah ‘Terlihat emosian’ sebanyak 48,76%, ‘Kelihatan siapa yang bicara tanpa data’ sebanyak 25,54%, ‘Jangan serang pribadi’ sebanyak 10,38%, ‘Ngeles, jawaban kurang menjawab’ sebanyak 7,10%, ‘Jangan anti kritik’ sebanyak 3,75%, ‘Jangan ambil kekayaan Indonesia’ sebanyak 2,72%, dan ‘Terlalu berambisi’ sebanyak 1,76%. (CR-3)

