Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah Lampung dari Intrusi Air Laut
Poin Penting
|
LAMPUNG SELATAN, investortrust.id- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan intrusi air laut untuk menyelamatkan 8.000 hektare (ha) lahan pertanian di Daerah Irigasi Rawa (DIR) Pisang, Kabupaten Lampung Selatan.
Penanganan dilakukan untuk memperlancar aliran air sekaligus menjaga ketersediaan air baku bagi lahan pertanian masyarakat guna mencegah potensi gagal panen.
Menteri PU, Dody Hanggodo menjelaskan, penguatan infrastruktur sumber daya air merupakan salah satu fondasi dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
"Kehadiran infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga," kata Dody dalam keterangan resmi, Kamis (8/10/2026).
Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, penanganan dilakukan pada jaringan saluran yang terhubung dengan Sungai Way Sekampung dan Saluran Pembuang Sekunder (SPS) Sragi.
Pekerjaan meliputi normalisasi saluran suplesi dari Sungai Way Sekampung menuju SPS Sragi sepanjang sekitar 1,3 kilometer (km) dan normalisasi SPS Sragi sepanjang 3,2 km.
Dengan demikian, total saluran yang dinormalisasi mencapai sekitar 4,5 km.
Normalisasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kelancaran aliran air menuju jaringan irigasi sehingga suplai air untuk kebutuhan pertanian dapat lebih optimal.
Selain normalisasi saluran, Kementerian PU telah menyelesaikan perbaikan empat unit pintu Tabat Gayau dan 13 unit pintu pembuang.
Kementerian PU juga memasang tiga unit gorong-gorong dengan total panjang 30 meter, disertai pasangan batu kali untuk memperkuat konstruksi gorong-gorong.
Menurut Dody, penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya memperlancar distribusi air ke saluran pertanian sekaligus mengendalikan masuknya air laut ke jaringan.
Di lapangan, air dari Sungai Way Sekampung dipompa menuju saluran sepanjang sekitar 700 meter menggunakan mobile pump.
Untuk memperlancar aliran menuju saluran pertanian, lanjut Dody, pengangkatan sedimentasi juga dilakukan pada Saluran Pembuangan Primer (SPP) Sekampung-SPS Sragi sepanjang 5,8 km dan SPP Sekampung-SPP Bali Agung sepanjang 5,6 km.
Pekerjaan tersebut dilakukan dengan mengerahkan lima unit Excavator Long Arm. Material sedimen diangkat agar aliran air dapat diteruskan ke saluran SPP dan selanjutnya dipompa menuju sawah.
Perbaikan Tabat Gayau juga dilakukan sebagai bagian dari pengendalian tata air. Tabat berfungsi mengatur aliran saluran.
Pada musim hujan, pintu dapat dibuka untuk membuang aliran ke Sungai Sekampung.
Sementara pada musim kemarau, pintu ditutup untuk menahan intrusi air asin sekaligus menahan air hasil pompanisasi agar tetap mengalir di saluran SPP.
Dengan penanganan tersebut, Kementerian PU berupaya memastikan aliran air lebih lancar dan terkontrol hingga ke jaringan pertanian serta menjaga pasokan air baku bagi sawah di wilayah terdampak intrusi air laut.
