Menlu Arrmanatha Targetkan Reformasi Multilateralisme di Kancah Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir menyebut akan meneruskan pekerjaan yang dikerjakan pendahulunya, Sugiono. Salah satunya yaitu amanat konstitusi tentang politik luar negeri Indonesia.
“Kami akan teruskan apa yang telah sangat baik dilakukan oleh Bapak Sugiono dan tentunya juga kami akan mengikuti arahan dari Bapak Presiden,” kata Tata, sapaan menlu, di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Tata menjelaskan bahwa salah tugas ke depan yaitu pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2029-2030. Menurutnya, langkah itu menunjukkan komitmen Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan dunia yang lebih aman dan stabil.
“Ini juga menunjukkan kepercayaan kita, pentingnya multilateralisme. Sehingga kita juga terus menggunakan kesempatan pencalonan kita untuk mendorong reformasi sistem multilaterisme,” kata dia.
Baca Juga
Tata ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai menlu menggantikan Sugiono pada Kamis (1/10/2026). Sugiono didapuk menjadi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Sebelum menjadi menlu, Tata menjabat sebagai salah satu wakil menteri luar negeri (wamenlu). Sebelum bertugas sebagai menlu, dia bertugas sebagai Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York sebagai Sekretaris Pertama bidang ekonomi dan pembangunan pada 2008-2012.
Nama Tata dikenal luas publik saat menjadi Juru Bicara Kemlu pada 2014-2019. Presiden Joko Widodo mengangkatnya sebagai Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, dan UNESCO, pada 7 Januari 2019. Saat bertugas, Tata mendapat penghargaan Legion d’Honneur oleh pemerintah Prancis pada 17 November 2021.
Dia diangkat sebagai Duta Besar untuk PBB dan Otoritas Dasar Laut Internasional (ISA) pada 25 Oktober 2021. Tata menjadi wakil tetap Indonesia pertama untuk organisasi ini.
