WhatsApp Akhirnya Rilis Fitur Kontrol Orang Tua untuk Remaja
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - WhatsApp akhirnya merilis fitur kontrol orang tua untuk remaja. Fitur ini memungkinkan orang tua dan remaja mengatur pengalaman penggunaan WhatsApp secara bersama.
Kendali tersebut bersifat opsional dan dapat digunakan untuk mengatur privasi remaja, termasuk siapa yang bisa melihat foto profil atau menambahkan mereka ke grup. Jika remaja ingin mengubah pengaturan tertentu, persetujuan orang tua diperlukan melalui PIN yang telah dibuat sebelumnya.
Di sisi lain, orang tua juga dapat menerima notifikasi ketika remaja bergabung atau keluar dari grup, maupun ketika jumlah anggota grup yang diikuti bertambah signifikan. Pengaturan lain mencakup penggunaan Channels, Status, serta pengalaman remaja dengan Meta AI.
Untuk Meta AI, orang tua dapat memilih pengaturan default 13+ atau opsi Konten Terbatas yang lebih ketat. WhatsApp menegaskan seluruh kendali tersebut dibuat untuk mendukung komunikasi terbuka antara orang tua dan remaja, bukan memantau percakapan mereka.
Baca Juga
Akun WhatsApp Mendadak Diblokir, Kemenkomdigi Desak Meta Kebut Pemulihan
“Semua kendali ini dirancang untuk mendukung percakapan terbuka tentang cara menggunakan WhatsApp antara orang tua dan remaja, sambil tetap menjaga pesan pribadi semua orang,” kata WhatsApp Indonesia dalam keterangan resmi, Kamis (1/10/2026).
WhatsApp juga memastikan pesan pribadi dan panggilan remaja tetap terlindungi enkripsi end-to-end meski kendali orang tua diaktifkan. Artinya, WhatsApp maupun pihak lain di luar percakapan tidak dapat melihat atau mendengarkan pesan dan panggilan tersebut.
Peluncuran fitur ini dilakukan di tengah dorongan pemerintah Indonesia agar platform digital memperkuat perlindungan anak melalui PP Tunas. Menkomdigi Meutya Viada Hafid sebelumnya meminta Meta memperketat kontrol usia, memperkuat desain produk, serta mempercepat implementasi perlindungan anak.
“Dengan skala dan pengaruh Meta yang besar di Indonesia, terdapat tanggung jawab yang jauh lebih besar,” tegas Meutya saat bertemu petinggi Meta di New York pada 23 September 2026. Pemerintah juga meminta Meta memiliki rencana akselerasi yang jelas untuk pembatasan dan penonaktifan akun pengguna di bawah 16 tahun.
