Win&Co Group Bantu Pemulihan Pascagempa Flores Lewat PMI
JAKARTA, investortrust.id – PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) melalui Win&Co Group menyalurkan bantuan produk senilai Rp102 juta kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI).
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Pengurus PMI Pusat Bidang Penanggulangan Bencana dan Relawan PMI, Tri Bowo Budi Santoso, pada 24 September 2026.
Gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 7 September 2026, sebanyak 51.591 unit rumah telah diverifikasi dari 102.384 unit rumah yang menjadi sasaran pendataan awal di tujuh kabupaten terdampak.
Baca Juga
Pascagempa NTT, Dompet Dhuafa Siapkan 100 Rumah Sementara dan Renovasi Sekolah di Nagekeo
Dari rumah yang telah diverifikasi, sebanyak 2.382 unit mengalami rusak berat, 7.276 unit rusak sedang, dan 14.177 unit rusak ringan. BNPB menyebut data tersebut masih dapat berubah karena proses verifikasi di lapangan masih berlangsung.
Direktur Utama Win&Co Group Sugianto Soenario mengatakan, bantuan tersebut merupakan kontribusi perusahaan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana.
“Melalui bantuan produk senilai Rp102 juta yang kami salurkan melalui PMI, Win&Co Group ingin mengambil bagian dalam memberikan dukungan nyata bagi masyarakat di Flores,” ujar Sugianto dalam siaran pers, Selasa (29/9/2026).
Baca Juga
Asuransi Multi Artha (AMAG) dan Dompet Dhuafa Bantu 403 Penyintas Gempa NTT di Nagekeo
Sementara itu, Tri Bowo mengatakan dukungan dari dunia usaha menjadi salah satu bagian dalam upaya kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.
Penyaluran bantuan melalui PMI dilakukan untuk menghubungkan dukungan perusahaan dengan mekanisme penanganan bencana dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
BNPB sebelumnya juga menyiapkan skema bantuan perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakan. Untuk rumah rusak ringan disiapkan bantuan Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang Rp30 juta. Untuk rumah rusak berat, pemerintah menyiapkan pembangunan hunian tetap serta pilihan dukungan hunian sementara atau dana tunggu hunian
