BRIDS Bantu Pemulihan Pascagempa Flores
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyalurkan bantuan senilai Rp50 juta untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang hingga kini masih menghadapi kebutuhan dasar akibat gempa dan gempa susulan.
Bantuan tersebut disalurkan BRIDS melalui Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) berdasarkan hasil asesmen lapangan di Kabupaten Nagekeo. Bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan, pengembangan dapur darurat, serta peralatan pendukung penyediaan makanan selama masa tanggap darurat.
Plt Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria mengungkapkan,penyaluran bantuan melalui YBM BRILiaN merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan kontribusi sosial yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Melalui BRIDS Peduli, kami berupaya memastikan dukungan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat terdampak,” ujar Fifi dalam keterangan resmi, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga
Mendagri Lapor ke Prabowo, Sejumlah Pemda Terdampak Gempa NTT Lambat Cairkan Anggaran
Fifi menjelaskan, dalam kondisi pascabencana, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu hal penting untuk mendukung masyarakat melewati masa tanggap darurat dan memulai proses pemulihan.
Menurut dia, BRIDS akan terus melihat peluang kontribusi sosial yang dapat diberikan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara relevan dan berkelanjutan.
“Ke depan, BRIDS akan terus melihat ruang kontribusi yang dapat diberikan melalui program TJSL agar manfaatnya dapat dirasakan secara relevan dan berkelanjutan oleh masyarakat,” tutur Fifi.
Penyaluran bantuan tersebut, kata Fifi Virgantria, merupakan bagian dari program BRIDS Peduli yang dijalankan melalui program TJSL BRIDS. Program tersebut diarahkan untuk memberikan dukungan sosial berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi aktual di lapangan.
“Melalui sinergi dengan berbagai pihak, BRIDS berupaya memperluas manfaat program sosial, khususnya bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana dan membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan,” papar dia.
Fifi menambahkan, dari total bantuan Rp50 juta, BRIDS mengalokasikan dana untuk pengadaan 100 paket sembako, dukungan operasional dapur darurat, serta kebutuhan distribusi bantuan. Program tersebut diproyeksikan memberikan manfaat kepada lebih dari 200 jiwa, termasuk siswa, masyarakat terdampak, penghuni pengungsian, dan kelompok masyarakat lain yang masih membutuhkan dukungan.
Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 masih meninggalkan dampak bagi masyarakat. Selain kerusakan rumah dan fasilitas publik, rangkaian gempa susulan membuat sebagian warga memilih bertahan di pengungsian dan belum kembali beraktivitas secara normal di rumah masing-masing.
Baca Juga
Prabowo Pantau Pemulihan Pascagempa Flores: Sekolah hingga Aktivitas Warga Berangsur Normal
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 5.000 jiwa mengungsi pada fase awal bencana, sementara 47 orang meninggal dunia. Hingga 7 September 2026, sebanyak 51.591 unit rumah telah menjalani proses verifikasi dan validasi, atau 50,39% dari total 102.384 unit rumah yang menjadi data awal sasaran pendataan di tujuh kabupaten terdampak.
Dari hasil verifikasi sementara tersebut, sebanyak 2.382 rumah masuk kategori rusak berat, 7.276 rumah rusak sedang, dan 14.177 rumah rusak ringan. Data itu masih dapat berubah seiring dengan berlangsungnya proses verifikasi di lapangan.
Aktivitas gempa susulan juga masih menjadi persoalan bagi masyarakat terdampak. BNPB mencatat 3.002 gempa susulan hingga 19 Agustus 2026, dengan gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat di Pulau Flores masih memilih tinggal di tenda karena khawatir terhadap kemungkinan terjadinya guncangan susulan. Situasi ini turut memperpanjang kebutuhan masyarakat terhadap dukungan pangan dan kebutuhan dasar lainnya selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.
