Indonesia-Rusia Jajaki Kerja Sama AI dan Satelit
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Indonesia dan Rusia menjajaki kerja sama teknologi satelit dan kecerdasan buatan (AI). Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat transformasi dan memperluas akses digital.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo mengatakan, pemerataan infrastruktur digital penting bagi Indonesia yang memiliki wilayah luas.
“Kami ingin membangun infrastruktur digital yang adil untuk semua orang. Indonesia adalah negara yang sangat besar,” ujar Angga dalam keterangan resmi, Kamis (24/9/2026).
Rusia memaparkan peluang pemanfaatan teknologi satelit, termasuk sistem administrasi, perangkat penerima, dan akses data satelit. Jaringan yang ditawarkan mencakup 98 satelit dengan peluncuran sekitar 16 satelit per tahun.
Kerja sama juga dapat melibatkan perusahaan satelit Indonesia, termasuk BUMN. “Anda juga dapat melakukan kerja sama dengan perusahaan satelit Indonesia, termasuk BUMN,” sambung Angga.
Pembahasan satelit mencakup riset dan pengembangan SDM. Rusia menawarkan program pendidikan serta pembangunan laboratorium agar mahasiswa dapat mempelajari dan mengoperasikan satelit secara langsung.
Baca Juga
India Siap Bantu Indonesia Bangun Fasilitas Peluncuran Satelit Sendiri
AI juga masuk agenda kerja sama, khususnya untuk pendidikan dan literasi digital. “Saya tertarik pada AI, juga untuk pendidikan. Literasi digital saat ini sangat penting bagi kami,” jelas Angga.
Menurut Politisi Partai Gerindra itu, literasi digital perlu diarahkan kepada masyarakat agar tidak sekadar mengetahui cara menggunakan teknologi. Pembahasan ini menjadi pijakan awal untuk kerja sama satelit, AI, riset, inovasi, dan pengembangan talenta digital.
Kerja sama tersebut selanjutnya akan diidentifikasi sesuai kebutuhan kedua negara. Pemerintah berharap teknologi satelit dan AI dapat mendukung perluasan akses serta transformasi digital Indonesia.
