KRL Buatan INKA Kena Recall dan Terlambat Kirim, Ini Penjelasan Dirut KAI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengeluhkan keterlambatan pengiriman armada KRL iE305/CLI-225 buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Dari total 16 rangkaian (trainset) yang dipesan, KAI baru menerima tujuh unit.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin membeberkan masalah ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Bobby menyebut keterlambatan pengiriman sudah berlangsung lebih dari satu tahun akibat kendala kapasitas produksi di internal INKA.
"Sekarang permasalahan 11 unit CRRC sudah beroperasi sejak tahun lalu. 16 unit dari INKA baru beroperasi 7 unit, 9 unit belum kita terima jadi ada keterlambatan lebih dari setahun," ujar Bobby.
Baca Juga
Jalankan Arahan Presiden Prabowo, KAI Siap Luncurkan Kereta Nusantara Explorer pada 28 September
Menurut Bobby, realisasi produksi pabrikan kereta asal Madiun tersebut jauh dari proyeksi awal yang disampaikan ke KAI.
"Masalah kapasitas produksi jadi PT INKA 16 unit ini memproyeksi kapasitas produski mereka 8 unit pe rtahunnya. Kenyataannya hanya 2-3 unit yang mereka produksi per tahunnya," ungkap Bobby.
Selain kendala pengiriman sembilan unit tersisa, KAI juga terpaksa menghentikan sementara operasional tujuh rangkaian KRL INKA yang sudah sempat melayani penumpang.
"3 minggu lalu kami me-recall 7 unit trainset kereta INKA," kata Bobby.
Baca Juga
Prabowo Kebut Infrastruktur 2027, Giant Sea Wall hingga Kereta Api Jadi Prioritas
Langkah penarikan (recall) diambil setelah tim internal KAI menemukan adanya potensi kendala teknis pada komponen KRL seri iE305/CLI-225 tersebut yang dapat mengganggu keandalan operasional.
Saat ini, KAI bersama INKA tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh rangkaian yang ditarik. Solusi perbaikan teknis telah ditemukan, dan beberapa unit mulai dioperasikan kembali secara bertahap setelah melalui perawatan mendalam.
"Kami pengecekan ulang dengan melibatkan INKA. Ada 1 komponen yang perlu ditingkatkan. Kami sudah memiliki solusi. 1 trainset untuk kembali beroperasi, hari ini 1 trainset selesai perawatan," tutur Bobby.
