KAI Siapkan 23 KRL Baru dari INKA, 8 Trainset Jadi Prioritas
JAKARTA, investortrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membidik pengadaan 23 rangkaian kereta rel listrik (KRL) baru produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dengan target penyelesaian dalam 2-3 tahun ke depan atau sekitar 2028-2029. Delapan rangkaian menjadi prioritas untuk segera dipenuhi.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan, perseroan telah memberikan kepercayaan penuh kepada INKA untuk membangun 23 rangkaian KRL tersebut. INKA juga diberikan fleksibilitas dalam menentukan skema produksi, baik melalui manufaktur mandiri maupun kerja sama dengan mitra internasional.
Namun, skema apa pun yang dipilih harus tetap melibatkan industri dalam negeri. "Kami memberikan kepercayaan penuh kepada INKA untuk memproses pengadaan 23 trainset ini. INKA memiliki fleksibilitas untuk menentukan skema produksi, baik manufaktur mandiri maupun bermitra dengan pihak internasional, dengan ketentuan wajib bekerja sama dan melibatkan industri dalam negeri," kata Bobby dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).
Baca Juga
Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir hingga Pengembangan Kereta Api di Bali
Di tengah persiapan pengadaan tersebut, KAI bersama INKA terus menguji kesiapan KRL produksi dalam negeri. Saat ini, uji coba dinamis telah memasuki rangkaian kedelapan dan dilakukan di lintas Bogor-Jakarta Kota sejak Rabu malam (4/11/2026).
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, pengujian dilakukan di luar jam sibuk untuk mengevaluasi kesiapan teknis sekaligus memastikan keselamatan operasional sebelum KRL digunakan untuk melayani masyarakat. "Proses pengujian terus kami kawal bersama KAI Commuter dan INKA. Setiap tahapan menjadi bagian penting dalam memastikan sarana siap melayani masyarakat dengan aman dan andal," ujar Anne.
Sebelumnya, tujuh rangkaian KRL produksi INKA telah menjalani pemeriksaan menyeluruh dan kembali beroperasi melayani pelanggan pada Oktober 2026.
Jumlah Penumpang per Hari
Kebutuhan penambahan armada KRL tidak terlepas dari tingginya jumlah pengguna transportasi publik di kawasan Jabodetabek. Sepanjang Januari-Oktober 2026, KRL Jabodetabek telah melayani 303.792.024 pelanggan. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 999.316 pelanggan setiap hari.
Baca Juga
Besarnya volume penumpang menjadi salah satu acuan KAI dalam menjaga kesinambungan pelayanan sekaligus memastikan kesiapan sarana operasional. Bobby menegaskan, setiap tahapan pengembangan layanan KAI Group menjadi perhatian manajemen, termasuk kesiapan armada, keselamatan, dan keandalan operasional.
"Setiap hari, jutaan masyarakat mengandalkan layanan KAI Group untuk beraktivitas. Tanggung jawab kami adalah memastikan perjalanan mereka berlangsung aman, nyaman, dan semakin baik. Karena itu, setiap proses penyiapan sarana dilakukan dengan cermat," tuturnya.
