Kuliah Gratis Butuh Anggaran Rp 93,7 Triliun, Mendiktisaintek Bakal Bahas dengan Kemenkeu dan Danantara
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan akan membahas kementerian dan lembaga terkait mengenai keinginan Presiden Prabowo Subianto menggratiskan biaya pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi negeri. Berdasarkan perhitungan sementara, dibutuhkan anggaran sekitar 93,7 triliun untuk mewujudkan kuliah gratis tersebut.
Brian mengatakan, pembahasan mengenai anggaran program tersebut akan dilakukan Kemendiktisaintek dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BPI Danantara.
"Iya pastinya semuanya ya," kata Brian di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga
Seskab Tegaskan Komitmen Prabowo Gratiskan Pendidikan dari SD hingga Perguruan Tinggi Negeri
Brian menjelaskan anggaran sebesar Rp 93,7 triliun baru berdasarkan perhitungan dan analisis awal dengan mempertimbangkan kondisi dan kemungkinan yang ada. Brian memastikan akan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subinato untuk proses tahapann selajutnya.
"Iya itu kan baru hitungan awal, kita tentu baru menganalisis. Kita analisis semua kondisi yang ada, kemungkinan-kemungkinannya bagaimana, nantinya kami tentu akan laporkan kepada Bapak Presiden sehingga tahapannya seperti apa," katanya.
Yang pasti, Brian menegaskan Presiden Prabowo memberikan arahan agar seluruh masyarakat dari latar belakang apa pun dapat memiliki akses pendidikan hingga perguruan tinggi. Prabowo meminta agar pemerintah terus meningkatkan perannya dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, terutama masyarakat tidak mampu
"Nanti mungkin setelah Bapak Presiden sudah memberikan arahan mungkin kalau tidak minggu ini minggu depan kami adakan rapat terbatas khusus membahas hal ini," katanya.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Prabowo menegaskan, pendidikan gratis harus berlaku mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi negeri (PTN).
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di JCC, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga
Prabowo Mau Sekolah-Kuliah Gratis Pakai Uang Koruptor, Puan Minta Dipikir Matang
Prabowo menyatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas upaya mewujudkan pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi negeri. Menurut Presiden, akses pendidikan mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri harus dapat dijangkau secara luas oleh anak-anak Indonesia.
“Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis," tegasnya.
Prabowo menyadari bakal pihak yang pesimis terhadap rencana pemerintah tersebut. Termasuk adanya pihak yang mempertanyakan sumber pembiayaan untuk mewujudkan pendidikan gratis. Kepala Negara mengatakan, anggaran untuk merealisasikan program pendidikan gratis tersebut akan diambil dari sitaan dari tindak kejahatan, termasuk koruptor. Ditegaskan, kekayaan yang telah dirampok para koruptor akan kembali ke kas negara untuk dipergunakan bagi kesejahteraan rakyat.
“Nanti akan ada yang bertanya, ‘dari mana uangnya?’, uangnya yang dikorupsi, yang dicolong, yang dicuri,” tegasnya.
