Kemenekraf dan PANDI Dorong Aksara Nusantara Jadi Aset Ekonomi Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong identitas budaya lokal masuk ke ruang digital dan menjadi sumber nilai ekonomi baru. Salah satunya melalui pemanfaatan domain internet dan Aksara Nusantara bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI).
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya mengatakan, kolaborasi teknologi dan budaya dapat memperluas akses pasar pelaku ekonomi kreatif. PANDI dinilai memiliki posisi strategis karena mengelola identitas digital Indonesia melalui domain (.id).
“Dari Asta Ekraf, kami memiliki Program Sinergi Ekraf yang mana bisa melakukan matchmaking antara berbagai stakeholder dalam ekosistem ekonomi kreatif secara heksaheliks, baik dari pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, media, dan lembaga keuangan,” ungkap Riefky dalam keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif harus dimulai dari daerah dengan mengangkat kekayaan budaya seperti bahasa dan aksara. Aksara Nusantara dinilai tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi perlu dikembangkan melalui inovasi dan teknologi agar memiliki nilai ekonomi.
“Kami ingin budaya tidak berhenti sebagai heritage, tetapi bisa masuk ke wilayah ekonomi sehingga ketika Aksara Nusantara disentuh inovasi, teknologi, dan kreativitas akan memiliki nilai ekonomi,” tambah Menekraf.
Baca Juga
PANDI membahas pengembangan Internationalized Domain Names (IDN) Aksara Nusantara, termasuk peluncuran Aksara Bali. Pemanfaatannya dapat diperluas pada domain, situs web, aplikasi dan konten digital untuk memperkuat identitas sekaligus membuka pasar bagi kreator daerah.
Ketua Dewan Pengurus PANDI, Isnawan mengatakan, domain dapat dikembangkan sebagai aset digital yang memiliki nilai ekonomi. “Maka, aksara tak hanya sebatas konservasi, tapi harapannya bisa dimanfaatkan menjadi bagian dari konten dan aktivitas ekonomi kreatif, sehingga bukan sekadar nama domain,” katanya.
Kolaborasi Kemenekraf dan PANDI juga diarahkan untuk mempertemukan identitas budaya dengan teknologi digital. Langkah ini diharapkan membuka peluang komersialisasi karya serta memperluas pasar produk kreatif berbasis teknologi Indonesia.
PANDI turut mengundang Kemenekraf dalam peluncuran IDN Nusantara yang dijadwalkan Oktober 2026 di Bali dalam agenda Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN). Pengembangan domain berbasis aksara lokal juga menjadi bagian dari upaya membawa identitas budaya Indonesia ke ekosistem ekonomi digital.
