Prabowo Sebut Ada Pihak Bayar Anak-Anak Buat Gaduh untuk Menakuti Investor
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyebut adanya pihak-pihak tertentu yang membayar anak-anak Indonesia untuk membuat gaduh dan huru-hara. Tujuannya untuk menakuti investor agar tidak masuk Indonesia.
Hal itu dikatakan Prabowo dalam sambutannya pada puncak peringatan HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga
Prabowo Bersumpah Ingin Indonesia Sejahtera: Rakyat Tak Lapar, Anak Tak Lagi Stunting
Mulanya, Prabowo mengungkapkan keprihatinannya atas terus berulangnya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Prabowo mengungkapkan, banyak karhutla yang disebabkan ulah manusia. Bahkan, kata Prabowo, berdasarkan laporan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terdapat 95 korporasi yang terindikasi melanggar dan terlibat karhutla. Praboow menegaskan tidak ragu menindak tegas dengan mencabut seluruh izin korporasi yang terlibat karhutla.
"Jangan ragu-ragu. Begitu bukti sudah kuat, lapor ke saya, saya akan mencabut semua izin-izin mereka itu," kata Prabowo.
Kepala Negara menyatakan tidak akan ragu karena tindakannya merupakan bentuk kesetiaan kepada Pasal 33 UUD 1945. Apalagi, terhadap pihak yang melanggar. Tak hanya karhutla, Prabowo menegaskan bakal menindak pengusaha yang membuat laporan palsu.
"Sekian puluh tahun laporan palsu. Dia kira dia bisa lebih hebat dari pemerintah NKRI, ayo. Ayo adu kekuatan. Saya yakin rakyat di belakang saya," katanya.
Prabowo kemudian menyebut adanya pihak yang ingin selalu membuat huru-hara dengan membayar anak-anak.
"Mereka ingin selalu bikin huru hara, tinggal itu. Bayar anak-anak kita yang enggak ngerti apa-apa supaya bikin gaduh," ungkapnya.
Baca Juga
Prabowo: Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri Harus Gratis!
Bahkan, pihak tersebut sengaja mendokumentasikan kegaduhan yang dibuatnya dan menyebarluaskannya ke seluruh dunia. Pihak tersebut bertujuan agar investor tak berinvestasi di Indonesia.
"Gaduh, difoto, difilm disebarkan ke seluruh dunia supaya orang-orang takut untuk investasi di Indonesia," katanya.
Meski demikian, Prabowo berterima kasih kepada jajaran menteri Kabinet Merah Putih yang telah menunjukkan kinerjanya dengan hebat.
