Wamendagri Bima Arya Dorong PSEL Bogor Raya Jadi Percontohan Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai krisis sampah menahun di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.
Hal tersebut ditegaskan Bima dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).
Bima menilai penanganan sampah terpadu di Bogor Raya sangat krusial mengingat kawasan ini merupakan destinasi utama wisata dan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Selain itu, pengelolaan limbah di kawasan hulu Bogor juga berdampak langsung pada potensi banjir di Jakarta.
Meski demikian, Bima mengingatkan bahwa tahap groundbreaking ini baru merupakan langkah awal dari pembenahan sistem pengelolaan sampah perkotaan yang butuh pengawalan ketat.
Baca Juga
Atasi Darurat Sampah, PSEL Bogor Raya 1 Mulai Dibangun dan Targetkan Beroperasi 2028
“Bisa dikatakan ini ijabnya, ini janjinya, tapi buktinya masih kita harus tunggu sampai proses ini berjalan,” tegas Bima.
Mantan Wali Kota Bogor tersebut meminta Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Bogor menjaga kesiapan ekosistem dari hulu hingga hilir. Aspek teknis seperti kepastian pasokan sampah, sistem distribusi, dukungan warga, perizinan, hingga kelancaran tata kelola harus dipastikan berjalan optimal.
Bima menegaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri siap turun tangan mengurai hambatan yang dihadapi pemerintah daerah di lapangan. Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat koordinasi lintas wilayah agar pengelolaan PSEL berjalan terpadu.
Bima berharap PSEL Bogor Raya 1 mampu membuktikan keberhasilannya sehingga dapat direplikasi oleh wilayah lain di Tanah Air.
“Mudah-mudahan PSEL di Bogor Raya ini bisa menjadi benchmarking, contoh baik bagi pengelolaan sampah di kota-kota besar Indonesia untuk menuju kota Indonesia masa depan,” kata Bima.
