16 Provinsi Masuk Fase Masyarakat Menua, DIY dan Jatim Tertinggi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebanyak 16 provinsi di Indonesia memasuki fase masyarakat menua (agingsociety), kondisi saat minimal 10% dari total populasi di wilayah tersebut diisi oleh kelompok lanjut usia (lansia). Lima provinsi dengan persentase lansia tertinggi dicatatkan oleh Daerah Istimewa Yogyakarta (17,78%), Jawa Timur (15,40%), Bali (15,03%), Jawa Tengah (14,39%), dan Sulawesi Utara (14,08%).
Senior Vice President Impact Beyond Banking DBS Foundation Nazla Mariza menyebutkan bahwa daerah-daerah tersebut bakal menghadapi dampak penuaan penduduk lebih cepat. Fenomena ini dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu rendahnya angka kelahiran, meningkatnya usia harapan hidup, serta migrasi penduduk usia produktif.
"Artinya provinsi yang cenderung aging population ada lonjakan permintaan yang tinggi pada layanan kesehatan, perawatan rumah lansia, dan sebagainya. Kemudian provinsi yang cenderung masih muda membutuhkan penguatan SDM, cakupan pensiun yang luas, cakupan pekerjaan formal yang luas," ujar Nazla dalam acara DBS Foundation bersama Tenggara Strategics meluncurkan hasil riset “Indonesia’s Demographic Transition: Building Readiness Today for a Better Tomorrow" di Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga
DBS: Rupiah Tetap Kuat Meski Impor Naik dan Perdagangan Melemah
Nazla menjelaskan, populasi lansia ini didominasi oleh perempuan, yang juga mencatatkan tingkat penurunan kondisi kesehatan lebih tinggi dibandingkan lansia laki-laki.
"Bukan berarti berumur panjang lalu lebih sehat. Tantangannya bagaimana kita bisa investasi kesehatan dan tidak hanya memperpanjang usia, tapi memperpanjang usia kita yang sehat," ungkap Nazla.
Berdasarkan hasil riset, rasio ketergantungan pada 2025 menunjukkan 100 orang usia produktif menanggung sembilan orang lansia. Angka ini diproyeksikan terus melonjak hingga mencapai 15 sampai 20 lansia per 100 warga produktif di masa mendatang.
"Bagaimana kita kemudian di masa depan akan memiliki lansia-lansia yang maturing, yang sehat, produktif, dan memutus angka-angka ketergantungan generasi produktif," jelas Nazla.
Baca Juga
DBS Bank Tightens Its Southeast Asian Grip by Taking 99% Control of Brokerage Arm
Kesiapan Dana Pensiun dan Peran Sektor Swasta
Menanggapi fenomena ini, Head of Group Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika menekankan pentingnya kesiapan finansial sebelum memasuki usia pensiun. Namun, ketersediaan jaminan pensiun saat ini masih berfokus pada pekerja di sektor formal.
"Seperti yang tadi dibilang bahwa masih di atas 50% masyarakat Indonesia masih bekerja di sektor informal dan tadi juga di white paper-nya jelas sekali bahwa struktur atau sistem dana pensiun itu masih sangat nempel pada sektor formal," kata Mona.
Mona menilai perlunya intervensi kebijakan pemerintah serta keterlibatan aktif sektor swasta dan organisasi sosial untuk menjangkau pekerja informal.
"Jadi, ada private sector di situ, ada organization social organization, mungkin di situ atau institution mungkin seperti contohnya foundation-nya Cinta Laura yang sudah mengambil porsi kecil untuk kesiapan dan closing the gap," ucap Mona.
Guna mengatasi persoalan tersebut, DBS Foundation menerapkan pendekatan melalui pilar edukasi, kesehatan, dan inklusi keuangan.
"Untuk bisa planning dan menyiapkan masa depan kita, we need to have the money first. That's why DBS Foundation kita akan program-program bersama dengan partner, mitra-mitra NGO kita, yang mana kita membuka akses-akses tersebut," tutur Mona.
