Kenapa Tulang Punggung Membungkuk saat Menua?
JAKARTA, investortrust.id -- Tentu Anda pernah melihat orang lanjut usia yang berjalan dengan postur tangan di belakang punggung. Postur yang disebut ‘postur lansia’ ini untuk menopang batang tubuh agar tidak terjatuh ke depan.
Profesor Joong-Hyeon Park dari Departemen Pengobatan Rehabilitasi di Rumah Sakit Gangnam Severance berkata, “Seiring bertambahnya usia, massa otot dan fleksibilitas menurun, yang seringkali menyebabkan lekukan tulang belakang menjadi kaku, punggung membungkuk ke depan, dan leher kura-kura," dikutip dari Naver.
Postur yang ideal sebenarnya adalah ketika tulang belakang membentuk lekukan berbentuk S yang berfungsi sebagai pilar penopang tubuh. Tulang belakang menopang kepala dan meluruskan batang tubuh, memungkinkan Anda berjalan dan melakukan kehidupan sehari-hari dengan pandangan menghadap ke depan.
Namun, seiring bertambahnya usia, keselarasan tulang belakang menjadi rusak, atau fleksibilitas punggung bawah menurun.
Selain itu, terdapat beberapa faktor lain yang dapat mempercepat terjadinya pembungkukan, di antaranya adalah masa menopause pada wanita, gaya hidup yang kurang aktif, kebiasaan merokok, serta kondisi medis tertentu seperti gangguan pada fungsi hati atau riwayat patah tulang.
Profesor Kwon Ji-won dari Departemen Ortopedi di Rumah Sakit Gangnam Severance, menjelaskan bahwa gangguan keselarasan tulang belakang dapat mengakibatkan penurunan fleksibilitas pada bagian bawah punggung.
Hal ini menyebabkan perlu adanya usaha yang lebih besar untuk mempertahankan postur yang lurus, yang akhirnya mempengaruhi cara seseorang berjalan. Kekuatan ekstra diperlukan oleh tulang belakang untuk menjaga kepala tetap tegak dan memungkinkan berjalan dengan pandangan lurus ke depan. Namun, jika kondisi ini memburuk, tulang belakang mungkin tidak mampu menahan beban kepala, yang kemudian dapat menyebabkan pembungkukan pada punggung.
"Meskipun terkadang seseorang melakukan gerakan kompensasi seperti menempatkan tangan di belakang punggung, jika otot tidak kuat atau tidak mencukupi, gejala punggung bungkuk dapat menjadi lebih parah dan terus bertahan," tambah Profesor Kwon.
Seiring gerakan kompensasi ini tidak lagi memberikan kelegaan yang cukup, seseorang mungkin perlu menggunakan tongkat saat berjalan.
Penting untuk diingat bahwa postur berjalan dengan tangan di belakang punggung hanyalah tindakan sementara dan tidak mengatasi akar masalah.
Jika seseorang mengalami kesulitan berjalan tanpa melakukan gerakan ini dan merasa nyeri atau tidak dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik, disarankan untuk mencari perawatan medis, termasuk pemeriksaan dan pengobatan dari dokter spesialis. Pencegahan dan perawatan yang tepat dapat membantu menjaga kualitas hidup yang lebih baik seiring bertambahnya usia.(CR-12)

