Kisah Lamine Yamal, Bocah SMP Tulang Punggung Spanyol di Euro 2024
MUENCHEN, investortrust.id – Di usia Sekolah Menegah pertama (SMP), Lamine Yamal sudah menjadi tumpuan Spanyol di Euro 2024. Berkat manuver produk asli La Masia itu di lini serang, La Furia Roja tinggal dua langkah menjuarai Piala Eropa di tanah Jerman.
Spanyol bersiap menghadapi Prancis pada semifinal Euro 2024 di Allianz Arena, Muenchen, Rabu (10/7/2024) dini hari WIB. La Furia Roja diunggulkan menang karena punya banyak pemain muda berbakat dengan kualitas dunia. Salah satunya Lamine Yamal.
Lamine Yamal bukan kaleng-kaleng. Dia pemegang rekor pemain termuda yang pernah tampil di Piala Eropa dalam usia 16 tahun 338 hari. Momen bersejarah itu terjadi pada pertandingan fase grup melawan Kroasia. Dia melewati rekor Kacper Kozlowski dari Polandia (17 tahun 246 hari).
Baca Juga
Rodri Tekankan Pentingnya Solidaritas dan Fokus Saat Spanyol Lawan Prancis
Lamine Yamal juga datang ke Jerman dengan status yang cukup unik. Dia adalah pelajar Educacion Secundaria (ESO) atau setara SMP di Indonesia. Bahkan, saat Euro 2024 berlangsung, dia sedang menjalani ujian akhir. Gurunya mengizinkan dia belajar dan ikut ujian online setelah latihan atau pertandingan.
Meski masih bocah, bukan berarti Lamine Yamal jadi pelengkap penderita Spanyol. Sebaliknya, remaja kelahiran Esplugues de Llobregat, 13 Juli 2007, itu adalah tulang punggung La Furia Roja.
Statistik menunjukkan, Lamine Yamal bermain pada lima pertandingan Spanyol di Euro 2024 sejak fase grup hingga perempat final. Total, 329 menit Lamine Yamal berada di lapangan atau rata-rata 65,8 menit. Hasilnya, 13 attempts, 3 assist, 81% akurasi umpan, daya jelajah 36,06 km, dan kecepatan lari 31,6 km/jam.
Lamine Yamal memang belum mencetak gol karena taktik Luis de la Fuente. Sebagai pemain sayap, dia diminta menghancurkan pertahanan lawan dengan pergerakan maupun tusukan-tusukan mautnya. “Bakat yang hanya dimiliki oleh orang-orang terpilih,” ujar Luis de la Fuente tentang Lamine Yamal, dilansir Deutsche Welle.
“Sepertinya dia telah tersentuh oleh tongkat Tuhan. Sangat sedikit yang memiliki kualitas, kemampuan luar biasa. Mereka adalah pesepak bola istimewa. Mereka memiliki sentuhan yang membuat mereka berbeda dari yang lain,” tambah Luis de la Fuente.
Produk akademi yang sama dengan Lionel Messi
Sebagai pemain, bakat Lamine Yamal sudah tercium sejak kanak-kanak. Lahir di Esplugues de Llobregat dari ayah Maroko dan ibu Guinea-Khatulistiwa, dia dibesarkan di Granollers dan Mataro.
Ketika Lamine Yamal berusia tujuh tahun, keluarganya pindah ke Barcelona. Awalnya, dia bermain di jalanan di sebuah distrik imigran, Racafona. Tapi, orang tuanya kemudian memberanikan diri untuk mengajukan Lamine Yamal ke La Masia. Dia menjalani tes dan akhirnya diterima.
“Ketika anda belajar bermain sepak bola di jalanan, itu memberi anda lebih banyak sumber daya. Itu membuatmu lebih nakal daripada seseorang yang dilatih di akademi,” ujar Lamine Yamal kepada majalah Spanyol, GQ.
Tumbuh di akademi yang sama dengan Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Carles Puyol, hingga Sergio Busquets, Lamine Yamal segera dipandang sebagai salah satu prospek terbaik La Masia.
Ketika Xavi Hernandez menjadi pelatih Barcelona, Lamine Yamal dipanggil berlatih bersama tim utama pada awal September 2022. Saat itu, dia baru berusia 14 tahun dan belum diizinkan menandatangani kontrak profesional berdasarkan regulasi ketenagakerjaan Spanyol maupun Uni Eropa.
Baca Juga
Lionel Messi Main di Semifinal Copa America 2024 atau Tidak? Ini Jawaban Lionel Scaloni
Menurut Xavi Hernandez, mentalitas Lamine Yamal lebih maju dibandingkan pemain-pemain seusianya. “Dia hampir selalu membuat keputusan terbaik. Itu hal tersulit dalam sepak bola. Dia luar biasa,” kata Xavi Hernandez saat menjelaskan alasan memasukkan Lamine Yamal ke tim utama El Barca.
Kepercayaan Xavi Hernandez dijawab Lamine Yamal dengan gemilang. Statistik di Barcelona menunjukkan, sepanjang musim 2023/2024, Lamine Yamal tampil 50 kali pada semua ajang dengan 37 di antara di La Liga.
Akibatnya, pada usia 16 tahun 50 hari, Lamine Yamal menerima panggilan internasional senior pertamanya, yaitu pada 1 September 2023, oleh Luis de la Fuente. Itu untuk pertandingan Kualifikasi Euro 2024 melawan Georgia dan Siprus.
Selanjutnya, Lamine Yamal melakukan debut senior melawan Georgia pada 8 September 2023. Dia mencetak gol pada menit 74 dalam kemenangan 7-1. Pada usia 16 tahun 57 hari, dia menjadi pemain termuda dan pencetak gol termuda Spanyol. Dia memecahkan kedua rekor Gavi yang melakukan debut pada usia 17 tahun 62 hari dan mencetak gol pada usia 17 tahun 304 hari.
Selain itu, Lamine Yamal juga menjadi pencetak gol termuda dalam pertandingan Kualifikasi Piala Eropa. Dia melewati rekor Gareth Bale yang mencetak gol pada usia 17 tahun 83 hari.
Baca Juga
Pelatih Kanada Jesse Marsch Beberkan Cara Menghentikan Lionel Messi

