Bahlil Sebut Ambang Batas Parlemen 5% Ideal
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengatakan, ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) ideal bagi Partai Golkar adalah 5%.
Bahlil mengakui dalam komunikasi lintas partai, terdapat partai yang menginginkan ambang batas parlemen 6, 7, atau di bawah 5%. Namun, bagi Golkar, ambang batas parlemen 5% merupakan angka yang cocok.
"Kalau parliamentary threshold dalam komunikasi kita dengan lintas partai, memang ada yang menginginkan ada 6, ada 7, ada 5, ada di bawah itu juga. Tapi mungkin angka ideal ya, angka ideal itu 5 cocok lah ya," katanya.
Baca Juga
Sebelumnya, Sekjen DPP Partai Gerindra Sugiono mengatakan Partai Gerindra setuju parliamentary threshold sebesar 5% dalam revisi UU Pemilu.
“Kalau kita setuju di 5 persen,” kata Sugiono di kompleks parlemen, Senator, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Sugiono mengatakan, para ketua umum partai politik (parpol) koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah bertemu dan membahas revisi UU Pemilu. Salah satu poin penting yang dibahas, yakni mengenai parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen.
Dalam pertemuan para ketua umum dan pimpinan partai koalisi itu, Partai Gerindra diwakili oleh Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad. Sugiono sendiri tidak hadir lantaran mendampingi Presiden Prabowo Subianto di KTT BRICS di New Delhi, India.
Sugiono menegaskan, Partai Gerindra sepakat dengan Partai Golkar yang sebelumnya telah mengusulkan PT 5%.
“Gerindra juga sepakat soal PT 5% seperti juga kemarin Golkar menyampaikan dan saya kira itu yang kita sepakati,” ucapnya.
Sugiono menyatakan bakal ada pertemuan lanjutan antara para ketua umum partai koalisi pemerintah untuk menentukan keputusan yang diambil bersama.
“Itu yang kemarin dibicarakan. Nanti kan ujungnya kesepakatannya kita kumpul lagi,” kata Sugiono.
Baca Juga
Ketum Parpol Koalisi Prabowo Bahas UU Pemilu, Gerindra Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Selain ambang batas parlemen, hal lain yang juga dibahas dalam pertemuan itu, yakni pelaksanaan pemilu agar dapat terlaksana dengan lebih efisien dan efektif. Suara rakyat harus bisa terakomodir seoptimal mungkin. Menurutnya, selama ini ada begitu banyak suara yang terbuang dalam pemilu. Partai Gerindra tidak ingin aspirasi masyarakat yang disalurkan dalam pemilihan umum terbuang sia-sia.
“Intinya adalah bagaimana pemilu ini bisa lebih efisien, efektif kemudian juga bagaimana suara-suara rakyat yaitu yang tersisa atau tetap bisa terakomodir dengan baik karena biar bagaimanapun itu adalah suara dan aspirasi mereka,” ucap Sugiono.
