RSCM Pastikan Pasien Insiden Keamanan Pangan Tak Alami Hilang Ingatan
JAKARTA, investortrust.id - Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Ciptomangunkusumo (RSCM) memastikan siswi asal Karo, Sumatra Utara (Sumut) yang menjadi pasien terduga insiden keamanan pangan.tidak mengalami hilang ingatan. Evaluasi neurologi dan hasil tes elektroensefalografi (EEG) membuktikan tidak ada kerusakan organ maupun gangguan fungsi otak.
"Daya ingat dan fungsi kognitif pasien sangat baik, dibuktikan dengan kemampuannya menceritakan kronologi kejadian secara jelas," kata dokter spesialis anak dan konsultan neurologi anak Prof Setyo Handryastuti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga
Gibran Jenguk Korban Keracunan MBG di Karo, Pastikan Dapat Penanganan Terbaik
Dikatakan, keluhan awal yang menyerupai kejang dipastikan sebagai serangan panik (panic attack) akibat kecemasan, bukan epilepsi ataupun gangguan psikotik.
"Kondisi emosi pasien kini stabil dengan pendampingan," katanya.
Sementara itu, siswi asal Karo lainnya, Agnesia yang sebelumnya mengalami penurunan fungsi ginjal akut akibat insiden keamanan pangan, saat ini kondisinya sedang memasuki fase pemulihan sempurna dan kembali normal. Pasien dikonfirmasi tidak memiliki riwayat penyakit ginjal sebelumnya.
"Saat ini, kondisi kejiwaannya stabil dan secara fisik sudah mampu berdiri, berjalan, serta beraktivitas mandiri," kata subspesialis nefrologi RSCM Dr Henny Adriani Puspitasari.
Direktur Medis dan Keperawatan RSCM, dr Renan Sukmawan mengatakan, kedua pasien tidak memerlukan penanganan di ruang ICU. Sejak tiba di RSCM pada 12 September 2026, kedua pasien selalu berada di ruang rawat biasa dengan tingkat kesadaran yang baik dan mampu berkomunikasi lancar.
"Kondisi yang sudah jauh lebih baik memungkinkan mereka segera pulang agar bisa kembali bersekolah," katanya.
Baca Juga
59 Orang di Pati Dirawat Akibat Keracunan MBG, BGN Tanggung Biaya Perawatan
RSCM akan menerapkan sistem perawatan holistik terhadap kedua pasien. Setelah kedua pasien dipulangkan, RSCM akan mengirimkan laporan medis dan berkoordinasi langsung dengan tim dokter di Sumatera Utara guna memantau perkembangan masa rawat jalan.
Mengingat pasien masih berusia remaja, RSCM menekankan urgensi menjaga privasi dan menciptakan lingkungan yang kondusif pasca-perawatan.
"Pihak rumah sakit dan keluarga meminta agar pasien dijauhkan dari atensi publik atau wawancara media yang berlebihan, karena hal tersebut berisiko merusak stabilitas psikologis mereka yang baru saja pulih," katanya.
